Penulis Novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong Sebut Bisa Saja Terjadi Jika…

- Penulis

Senin, 26 Agustus 2024 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Penulis Eka Kurniawan mengungkapkan, novel merupakan fiksi, dimana masing-masing pembaca memiliki penafsiran masing-masing.

Selain itu, menulis meupakan suatu pekerjaan, dimana sebagai manusia sering lupa, baik itu tentang politik maupun sejarah.

“Kenapa menulis, karena itu pekerjaan, yang nggak serius itu manusia. Sebagai manusia gampang lupa, makanya ibu-ibu kan suka nyatat tuh kalau mau belanja atau ke minimarket. Dan kita sering lupa, baik politik maupun sejarah,” kata Eka saat acara Book Tour di Gamedia Merdeka Bandung Sabtu lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peraih World Readers Award mencontohkan, baru beberapa dekade saja, kita lupa tentang misalnya peristiwa mahasiswa yang diculik. Lalu kenapa sebagian dari kita menulis, supaya kita bisa ingat, raja-raja bikin prasasti juga supaya kita nggak lupa.

“Setelah mencatat, ternyata butuh semacam aturan main, harus ada sistem, kapan waktunya kita baca,” ucap Eka.

Disinggung judul novel Anjing Mengeong Kucing Menggonggong, menurutnya tidak ada yang mustahil, segala sesuatu bisa saja terjadi.

“Segala hal mungkin terjadi jika Tuhan menghendaki. Novel saya berjudul AMKM, dalam arti kucing kan nggak menggonggong, tapi kalau Tuhan menghendaki boleh aja kan,” katanya disambut tawa peserta.

Sebenarnya tambah dia, kata – kata tersebut tidak ada di dalam novelnya sendiri. Tapi judul sementara itu terus ada hingga Eka menyelesaikan novelnya.

“Lalu terpikir oleh saya, kasih judul apa ya, akhirnya oke juga nih judul. Sebetulnya novel kan seperti cerita fiksi gitu, dimana ketika sudah dibaca, apa yang dimaksud oleh penulisnya, kemudian terserah pembaca mau menafsirkan seperti apa. Disitu juga, meskipun tidak ada eksplisit di novel, ya terserah pembaca saja,” pungkas Eka. ***

Berita Terkait

HPN 2027 Lampung, PWI Half Marathon 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta
Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12
Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:39 WIB

HPN 2027 Lampung, PWI Half Marathon 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB