BANDUNG, PelitaJabar – Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Bandung Agung Satria Negara menegaskan, kecintaan terhadap olahraga menjadi fondasi utama dalam membangun prestasi.
“Dedikasi terhadap karate tidak bisa setengah hati, tidak bisa. Karena cabang olahraga karate telah membentuk karakter kepemimpinan saya di tubuh Forki.Kota Bandung,” tegas Agung saat munggahan Rakercab Forki Kota Bandung, Minggu 15 Februari 2026 di Aula KONI Kota Bandung.
Amanah selaku Ketua Umum Pengcab Forki Kota Bandung, tentunya harus mencintai dulu olahraga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya lahir, besar, dan dididik oleh karate. Jadi ketika karate membutuhkan kita, kenapa kita tidak berkorban untuk memberikan yang terbaik,” ucap Agung.
Kang Agung begitu dia akrab disapa, — menilai soliditas internal Forki Kota Bandung tidak terlepas dari komitmen bersama seluruh unsur organisasi.
“Kekompakan yang terbangun selama ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pembinaan atlet di berbagai tingkatan. Alhamdulillah Forki Kota Bandung solid. Itu bukan kerja satu orang Agung semata tapi hasil kebersamaan seluruh perguruan dan pengurus,” tutur Kang Agung.
Dia mepanjutkan, salah satu kunci menjaga soliditas adalah penerapan sistem transparansi dalam organisasi.
“Seluruh program kerja, pengelolaan keuangan, hingga pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk perguruan dan bidang pembinaan prestasi (binpres). Itu yang kami lakukan dalam Kelurga Besar Forki Kota Bandung ,” tegasnya.
Saat ini, Forki Kota Bandung terdapat 17 perguruan aktif yang seluruhnya memberikan dukungan penuh terhadap program organisasi.
Apa fokus Rakercab?
Dalam rapat kerja cabang, fokus pembahasan diarahkan pada sosialisasi hasil Raker FORKi Jawa Barat serta persiapan menghadapi Porprov 2026.
“Kita pastikan seluruh atlet yang diturunkan Porprov berhasil lolos di 17 kelas yang dipertandingkan,” pungkasnya. Joel









