BANDUNG, PelitaJabar – Ditengah yang lain sibuk dengan suasana lebaran, berbeda halnya dengan sosok petugas yang membantu para penumpang kereta api. Ya, mereka adalah porter yang selalu meaki ditengah libur lebaran.
KAI Daop 2 Bandung mencatat, sebanyak 236 petugas porter yang tersebar di Stasiun Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, dan Banjar.
Para porter ini menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan, khususnya dalam membantu pelanggan mengangkut barang bawaan dari ruang tunggu menuju kereta ataupun sebaliknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peran porter tidak hanya sebatas membantu, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi pelanggan, terutama bagi lansia, keluarga dengan anak, maupun pelanggan dengan barang bawaan cukup banyak.
Kehadiran mereka menjadi salah satu wujud pelayanan humanis di lingkungan stasiun.
Di balik peran penting tersebut, tersimpan kisah pengorbanan para porter di stasiun. Tidak sedikit dari para porter yang memilih tetap bekerja dan tidak mudik ke kampung halaman demi menghadirkan layanan optimal bagi para pelanggan.
Mereka tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, meskipun harus menunda momen kebersamaan dengan keluarga.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengpresiasi atas dedikasi para porter yang turut berkontribusi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan terutama pada momen Angkutan Lebaran 2026.
“Para petugas porter ini memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Bahkan, di momen Lebaran sekalipun, ada di antara mereka yang rela tidak mudik demi tetap membantu pelanggan di stasiun,” beber Kuswardojo, Senin 30 Maret 2026.
Menurutnya, profesi porter memiliki tantangan tersendiri, termasuk dari sisi penghasilan yang tidak menentu setiap harinya.
“Kami memahami bahwa penghasilan para porter tidak selalu tetap, tergantung pada jumlah pelanggan yang menggunakan jasa mereka. Namun demikian, mereka tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik,” ucapnya.
KAI Daop 2 Bandung juga terus mengimbau kepada pelanggan untuk dapat memanfaatkan layanan porter yang tersedia di stasiun.
“Selain membantu meringankan barang bawaan, penggunaan jasa porter juga menjadi bentuk dukungan terhadap para pekerja yang telah berkontribusi dalam pelayanan transportasi kereta api,” tambahnya.
Di sisi lain, pelanggan juga diingatkan untuk tetap membawa barang bawaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Dengan memanfaatkan layanan porter dan membawa barang secukupnya, pelanggan tidak hanya mendapatkan kenyamanan, tetapi juga turut mendukung ekosistem pelayanan di stasiun. Kami berharap semangat kebersamaan ini dapat terus terjaga,” pungkas Kuswardojo.








