SUMEDANG, PelitaJabar – Kasus yang menyeret Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila berbuntut panjang. Perwakilan FKPPI/P3ML Sumedang, Zeni Bima, yang tergabung dalam Koalisi 99 Peduli Sumedang, kembali menyampaikan sikap melalui pernyataannya, Rabu (23/9/2026).
Zeni menilai Wakil Bupati Sumedang belum menunjukkan iktikad baik untuk merespons keresahan masyarakat.
Menurut Zeni, Gubernur Jawa Barat sebelumnya telah mengambil langkah dengan memberikan ruang untuk berkumpul dan menyampaikan persoalan yang terjadi. Namun, hingga kini belum ada respons serius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kan Gubernur sudah maksimal memberikan ruang untuk berkumpul dan lain sebagainya. Bahkan ada pelecehan secara verbal. Sekarang saya melihat tidak ada iktikad baik dari Wakil Bupati untuk merespons itu,” ujar Zeni.
Ia menyoroti adanya pernyataan maupun gestur yang menurutnya mengarah pada pengakuan bahwa kejadian tersebut terjadi dan kemudian disebut sebagai candaan.
“Kalau menurut logika dan hati nurani, ya minta maaf kepada warga. Itu memang terjadi. Tapi ini tidak ada,” katanya.
Menurutnya, penjelasan yang disampaikan belum menjawab harapan masyarakat secara luas.
“Kita maunya keluarga Sumedang dijelaskan, minta maaf bahwa itu memang adanya terjadi. Itu saja. Lain soal interpelasi dan lain sebagainya. Soal hukum biarkan bergerak dan bergulir,” ujarnya.
Koalisi 99 Peduli Sumedang akan kembali menyampaikan tuntutannya pada aksi yang dijadwalkan berlangsung Senin, 28 September 2026, di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, kawasan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).
“Untuk agenda hari Senin tanggal 28, kami akan menyambangi Kantor Setda Sumedang di kawasan PPS. Hanya satu tuntutannya, yaitu mendesak agar Wakil Bupati Sumedang mundur dari jabatannya,” pungkas Zeni.
Seperti diketahui, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila dilaporkan atas dugaan pelecehan dan penyekapan terhadap sekretaris pribadinya berinisial R. ***








