BANDUNG, PelitaJabar – Ketus DPRD Jawa Barat Dr. Buky Wibawa Karya Guna, M.Si. dipastikan bakal memimpin Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Barat periode 2026 -2030.
Kepastian tersebut diperoleh setelah dalam agenda pengambilan nomor urut yang berlangsung di Aula Asprov PSSI Jabar Kamis 8 Oktober 2026 ,– dua calob lainnya menyatakan mengundurkan diri bahkan tidak hadir.
Keduanya Prof. Drs. Tommy Apriantono, M.Sc., Ph.D yang diwakili Fahmi Hasan dan Walikota Bandung Muhammad Farhan diwakili Ketua Askot PSSI Kota Bandung H. Yoko Angga Surya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Buky menegaskan bahwa munculnya dirinya sebagai satu-satunya kandidat dalam proses pemilihan Ketua PSSI Jawa Barat bukanlah bagian dari skenario yang telah dirancang sebelumnya.
“Sejak awal saya mengikuti seluruh tahapan pencalonan sesuai mekanisme. Kemudian melakukan berbagai upaya untuk memperkenalkan visi serta membangun komunikasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap perkembangan sepak bola di Jawa Barat,” jelas Buky.
Menurutnya, proses pencalonan tersebut juga diiringi dengan komunikasi intensif bersama sejumlah pihak.
“Sebagai sebuah usaha, artinya kampanye untuk bisa maju menjadi calon ketua PSSI Jawa Barat tentu saja dilakukan. Pola yang saya lakukan memang mengedepankan komunikasi,” paparnya.
Dikatakan, dirinya sempat berkomunikasi secara intensif dengan sejumlah tokoh, termasuk Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan Prof. Tommy.
“Kalau tentara kan prinsipnya komunikasi tidak akan memenangkan peperangan, tetapi peperangan tidak mungkin menang tanpa komunikasi. Jadi intinya saya mengedepankan aspek komunikasi dengan semua pihak,” ujar Buky.
Jika dipercaya memimpin PSSI Jawa Barat, dirinya tidak akan bekerja seorang diri.
“Saya tidak akan menjadi orang yang sok tahu. Kalau saya harus menjadi ketua PSSI, pasti saya akan bekerja sama dengan orang-orang yang ahli di bidangnya secara spesifik, karena nanti akan banyak bidang di PSSI,” katanya.
Sementara Ketua Komite Pemilihan dan Penjaringan PSSI Jawa Barat, Ardi Kusumah, mengatakan pihaknya baru menerima informasi secara resmi mengenai mundurnya dua kandidat pada hari pengambilan nomor urut.
“Kami baru menerima info secara resmi per hari ini. Secara nonformal kita dapat informasi, tapi sampai belum ada secara legalitas formal kami belum terima, kami tetap mempersiapkan dengan tiga calon,” kata Ardi.
Setelah dua kandidat tidak lagi mengikuti proses pencalonan, sesuai ketentuan yang berlaku maka proses pemilihan dilanjutkan dengan menetapkan Buky Wibawa sebagai calon tunggal.
“Meski hanya terdapat satu kandidat, tahapan kongres tetap harus dilaksanakan karena merupakan bagian dari mekanisme yang diatur dalam statuta PSSI,” pungkasnya. Joel








