Jaya Suprana di Mata Pakar Semiotika ITB, Postmodernis Sejati

- Penulis

Kamis, 5 November 2026 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar semiotika ITB dan penulis Aedra Medita saat peluncuran buku

Pakar semiotika ITB dan penulis Aedra Medita saat peluncuran buku "Sang Penggagas" di UNPAD Bandung, Kamis, 5 November. PJ/Dok

BANDUNG, PelitaJabar –  Dimata Prof. Acep Iwan Saidi, Jaya Suprana merupakan figur publik yang memiliki keunikan dan karakter berbeda dari kebanyakan tokoh di Indonesia.

Konsistensi Jaya Suprana dalam berkarya dan bertingkah laku menjadikannya sebuah model tersendiri dalam peta kebudayaan nusantara.

“Jaya Suprana itu menurut saya seorang tokoh yang berbeda, nyeleneh, humoris, karyanya banyak, dan seterusnya. Dia menjadi satu model tertentu di dalam kebudayaan Indonesia. Makanya, saya sebut Jaya Suprana itu sang postmodernis sejati,” beber pakar semiotika ITB saat diskusi publik peluncuran buku “Sang Penggagas” yang ditulis Aendra Medita di UNPAD Bandung, Kamis, 5 November 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, cara berpikir, berkarya, hingga tingkah laku sehari-hari Jaya Suprana merupakan kesatuan dari karakteristik seorang postmodernis.

“Penampilan publik yang eklektik, penghargaan terhadap keberagaman, identitas yang cair, fleksibilitas, hingga konsistensi gaya hidup yang ditunjukkan secara autentik melalui bahasa tubuh dan penampilan sehari-hari,” tambah Prof Acep.

Sementara penulis buku “Sang Penggagas”, Aendra Medita, mengungkapkan karya ini lahir dari kedekatan profesional dan pertemanannya dengan Jaya Suprana selama 26 tahun sejak awal perjumpaan mereka pada tahun 2000.

“Proses penulisan buku itu sendiri memakan waktu kurang lebih satu tahun penuh,” paparnya.

Buku ini merangkum berbagai inisiatif dan warisan legasi (legacy) dari pendiri Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) tersebut.

Di dalam isi buku, pembaca disajikan berbagai kisah di luar dugaan seputar kiprah Jaya Suprana — mulai dari penyelenggaraan konser di Lapas Cipinang yang dihadiri Gus Dur dan Pramoedya Ananta Toer, monologi humor, hingga keterlibatannya di berbagai pementasan seni, termasuk Tarian Saman di Aceh.

“Awalnya judul buku ini mau pakai kata ‘warisan’, tapi beliau kurang cocok. Lalu saya bilang, ‘Ini legasi, Pak.’ Akhirnya dipilihlah nama Sang Penggagas karena ide-ide beliau selalu berkembang dinamis dan berkesinambungan,” ungkap Aendra.

Di balik pembuatan sampul (cover) membutuhkan waktu sekitar enam bulan pengerjaan.

Pemilihan visual pada sampul menampilkan kedekatan karakter dengan sentuhan motif batik Megamendung Cirebon, yang merefleksikan kecintaan sang tokoh terhadap kekayaan visual nusantara serta nuansa warna alam.

Selepas perhelatan di Bandung, bedah buku “Sang Penggagas” diagendakan di sejumlah kota besar lainnya, antara lain Semarang, Bali, dan Surabaya. ***

Berita Terkait

Tingkatkan Kompetensi, Puluhan Amil Digembleng di Bandung
Karena Dua Pilar Ini Aziz Daftar Jadi Ketua PWI Sumedang
GAPEKA 2026, KA Jarak Jauh & Commuter Line Alami Perubahan Jadwal Keberangkatan
HPN 2027 Lampung, PWI Half Marathon 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta
Kembalikan Landmark Kota Bandung, Farhan Ajak IKA Unpad Revitalisasi Kampus
Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12
Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:59 WIB

Jaya Suprana di Mata Pakar Semiotika ITB, Postmodernis Sejati

Kamis, 5 November 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Kompetensi, Puluhan Amil Digembleng di Bandung

Kamis, 5 November 2026 - 12:02 WIB

Karena Dua Pilar Ini Aziz Daftar Jadi Ketua PWI Sumedang

Rabu, 4 November 2026 - 14:20 WIB

GAPEKA 2026, KA Jarak Jauh & Commuter Line Alami Perubahan Jadwal Keberangkatan

Selasa, 3 November 2026 - 16:39 WIB

HPN 2027 Lampung, PWI Half Marathon 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

Berita Terbaru

Para peserta pelatihan dan sertifikasi Amil berpose bersama dengan Wakil Ketua BAZNAS RI dan Pengurus BAZNAS Jabar. PJ/Dok

FEATURED

Tingkatkan Kompetensi, Puluhan Amil Digembleng di Bandung

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:21 WIB

Aziz Abdullah (kiri) saat menyerahkan berkas persyaratan calon ketua PWI Sumedang, Kamis (5/11). PJ/Dok

DAERAH

Karena Dua Pilar Ini Aziz Daftar Jadi Ketua PWI Sumedang

Kamis, 5 Nov 2026 - 12:02 WIB