Bangun Rumah di Kota Bandung Cukup Kantongi KRK?

- Penulis

Senin, 10 Oktober 2022 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Disinyalir banyak oknum yang membekingi pembangunan rumah perorangan.

Pasalnya, hanya berdasarkan surat keterangan rencana kota (KRK), bisa membangun rumah huni.

Anggota Komisi A bidang pemerintahan Aan Andi Purnama meminta pucuk pimpinan dan dinas terkait menindak tegas dugaan keterlibatan oknum yang mencoba membackingi itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

‘KRK itu kan hanya bukti proses sedang mengajukan ijin untuk kemudian disurvey dan dikaji terlebih dahulu sebelum diterbitkan surat ijin mendirikan bangunan. Artinya mereka telah melakukan pelanggaran, dan itu harus ditindak karena sudah jelas melanggar,’ papar legislator Partai Demokrat melalui sambungan telepon selulernya, Senin 10 Oktober 2022.

Dia meminta agar kasus tersebut diusut tuntas

Jangan ada pembiaran dari bagian pengawasan bangunan Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Kota Bandung.

‘Kalau memang pelanggaran itu dibiarkan oleh bagian pengawasan bangunan dari Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Kota Bandung atau justru ada oknum yang dengan sengaja menutup mata dan berperan sebagai makelar perijinan, ya harusnya ditindak tegas,’ ucapnya.

Kesan pembiaran terhadap pelanggaran tersebut salahsatunya terjadi komplek perumahan Sukamulya, Kecamatan Sukajadi.

Petugas terkesan melakukan pembiaran pembangunan yang diperkirakan sudah mencapai tahap 50 persen.

Hal tersebut diungkapkan anak pemilik bangunan saat dikonfirmasi di lokasi. Ia mengaku, pihaknya terus membangun karena sudah ada ijin dari pengawas bangunan.

‘Surat IMB nya sedang diurus dan dalam proses. Tapi kami dapat ijin untuk membangun dari Pak Jaka, katanya petugas pengawas bangunan,’ ujar pemilik yang enggan disebutkan namya.

Menurut pengakuannya, IMB bangunan tersebut yang mengurus ibunya. Karena kondisi ibunya saat ini sedang sakit jadi ia yang melakukan pengawasan.

Dikatakan jika Jaka memang suka melakukan peninjauan ke lokasi tersebut.

‘Pak Jaka suka melihat ke sini, kami juga gak akan mau membangun kalau tidak ada sinyal dari Pak Jaka,’ pungkasnya.

Melihat kasus tersebut, terkesan ada pembiaran pelanggaran pada pembangunan rumah perseorangan.

Diindikasikan kasusnya tidak hanya terjadi di Jalan Sukamulya saja, namun diduga banyak pelanggaran serupa di wilayah Kota Bandung. (Tim)

Foto : kompas.com

 

Komentari

Berita Terkait

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar
Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno
Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman
Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI
Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi
Bantu Masyarakat, KAI Daop 2 Bandung Serahkan TJSL Rp 1 Milyar Lebih
Diikuti 70 Daerah, Ini Makna Puspa Swara Wanoja Sunda
Satu Dekade IndonesiaNEXT, ITB Jadi Roadshow to Campus Pertama

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:51 WIB

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Karate, FORKI Jabar Siapkan Rp 1,8 Milyar

Jumat, 17 April 2026 - 07:06 WIB

Siapkan Langkah Strategis Jelang Peparda, NPCI Kota Bandung Gelar Rapat Pleno

Kamis, 16 April 2026 - 23:37 WIB

Meski Sempat Terpuruk, Jebolan KDI 4 Ini Buktikan Mampu Taklukkan Jerman

Rabu, 15 April 2026 - 23:41 WIB

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 April 2026 - 17:20 WIB

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Berita Terbaru

Dihadapan puluhan awak media, Epriyanto menyebut Musda pada 14 Februari lalu sah dan memenuhi aturan bahkan dihadiri perwakilan KONI Jabar dan DPP PERBASI. PJ/Joel

FEATURED

Terkesan Dizalimi, Epriyanto Lawan Keputusan DPP PERBASI

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:41 WIB

FEATURED

Sekda Bandung Ajak Warga Isi Sensus Ekonomi

Rabu, 15 Apr 2026 - 17:20 WIB