Cicendo Ubah Kampung Kumuh Jadi Lahan Ekonomis

- Penulis

Selasa, 22 Mei 2018 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar–Wilayah RW 4 Kelurahan Pajajaran pernah menjadi kawasan kumuh yang kerap terendam banjir limpahan Sungai Citepus. Melalui penanganan banjir multidimensional atas kolaborasi warga dan Pemerintah Kota Bandung, kini kawasan itu menjadi asri.

Tak hanya asri, kawasan tersebut kini memiliki lebih produktif. Lalu bagaimana prosesnya?

Awalnya, Camat Cicendo Fajar Kurniawan melakukan pendekatan kultural untuk mengajak masyarakat berpartisipasi mengatasi masalah lingkungan. Bermula dari pembersihan sedimentasi sungai hingga pemanfaatan lahan terbuka untuk urban farming.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami memberdayakan 158 org petugas gorong-gorong dan 95 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Tim ini dioptimalkan sebagai kekuatan fungsional. Nah warga sangat menerima, lalu ikutan,” tutur Fajar dalam Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (22/5).

“Kami mengangkat sampah dan sedimen sungai menggunakan troli, karena melewati jalan sempit. Itu kita lakukan selama dua bulan,” lanjutnya.

Proses pembersihan sungai tidak selesai sampai di sana. Kendati sudah dibersihkan, sedimen sungai tetap menumpuk di titik-titik tertentu. Warga kemudian berinisiatif untuk memasukkan tanah sedimen tersebut ke dalam polybag untuk dijadikan media tanam.

“Sampah anorganiknya dimasukkan ke bank sampah yang sudah kita bentuk. Sedimen lainnya jadi media tanam dimasukkan ke dalam pot-pot,” jelas Fajar.

Kata Fajar, warga kemudian meninggikan kirmir sungai dan memasang paranggong di atas kirmir sepanjang 350 meter. Paranggong itu kemudian digunakan warga untuk menempatkan polybag-polybag tersebut yang telah ditanami tumbuhan sayur.

“Warga merawat tanaman-tanaman di atas kirmir. Sampai akhirnya bisa dipanen dan dijual. Akhirnya mendatangkan sumber ekonomi untuk masyarakat,” katanya.

Dengan pola seperti ini, lanjut Fajar warga semakin antusias dengan kegiatan urban farming di wilayahnya. Kini setiap keluarga memiliki wilayah urban farming dan mengelolanya sendiri. Beberapa keluarga bahkan menanam tumbuhan di atap-atap rumah mereka.

Setelah tiga tahun, masyarakat menjadikan urban farming sebagai kegiatan unggulan daerah. Bahkan, banyak yang datang berkunjung ke kawasan tersebut untuk studi tiru atau sekadar membeli sayuran segar hasil bertani warga.

“Bahkan rumah warga yang dulunya membelakangi sungai, sekarang berangsur-angsur menjadi menghadap sungai. Karena mereka merasa lebih mudah mengurus tanaman di depan rumah ketimbang di belakang. Ini kan sangat bagus,” papar Fajar.

Kini, kawasan urban farming itu telah mampu menghasilkan berbagai macam tumbuhan yang dijual di Bandung Agri Market. Beberapa tumbuhan yang ditanam antara lain cabai, selada, tomat, pakcoy, golden melon, labu madu, blewah, brokoli, sampai tanaman hias.

“Ke depannya kami ingin membangun kawasan wisata dengan mengecat kampung menjadi warna-warni. Ini yang sedang kami koordinasikan,” ucap Fajar. Mal

Komentari

Berita Terkait

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal
Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal
BOD Band : Deg-degan Saat Tampil Bareng Wali Kota Bandung
Farhan Optimis, Sektor Pariwisata Kota Bandung Mulai Bangkit
Dukung Petani Lokal, Pos Gaet Rumah Tani Indonesia
Dianggap Bukan Aset, Pemprov Jabar Hentikan Dukungan Finanasial Masjid Raya Bandung

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:33 WIB

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:46 WIB

Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:15 WIB

Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:38 WIB

Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal

Rabu, 7 Januari 2026 - 16:54 WIB

BOD Band : Deg-degan Saat Tampil Bareng Wali Kota Bandung

Berita Terbaru

Dr. Nuryadi. MPd

FEATURED

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Jan 2026 - 20:33 WIB

Master Suryana

FEATURED

Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas

Rabu, 7 Jan 2026 - 18:46 WIB

Personil BOD Band usai latihan. PJ/Dok

FEATURED

BOD Band : Deg-degan Saat Tampil Bareng Wali Kota Bandung

Rabu, 7 Jan 2026 - 16:54 WIB