Diduga Gunakan Batu Bara & Cangkang Sawit, Warga Sesak Nafas

- Penulis

Kamis, 29 Oktober 2020 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG,  PelitaJabar – Diduga menggunakan  bahan bakar batu bara dan cangkang sawit oleh PT Saku Mas Jaya, sebagian warga mengeluhkan sesak nafas.

Karena itu, warga di tiga RW meminta perusahaan yang beroperasi di jalan Caringin No 439 Kavling M, menghentikan pemakaian bahan bakar tersebut.

Warga yang terdampak polusi limbah plastik itu adalah RW 09 kelurahan Babakan, RW 09 dan 10 Kelurahan Margahayu Utara kecamatan babakan Ciparay Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua RW 10 Kelurahan Margahayu Utara, Drs. H. Wawan Sofyan,M.Pd, sudah melayangkan surat kepada pemilik PT Saku Mas Jaya namun belum ada respon dari PT Saku Mas Jaya. Pihaknya juga melayangkan surat kepada Camat Babakan Ciparay.

“Akibat polusi, banyak keluhan dari warga, bahkan ada yang sesak nafas. Mangga hubungi wae pa Camat Bacip. Karena semua permasalahannya sudah disampaikan melalui Camat sebagai fasilitastor. Tapi kalau tidak ada jalan keluar warga akan demo,” kata Wawan kepada wartawan, Selasa (27/10) lalu.

Sementara Camat Babakan Ciparay, Momon membenarkan pihaknya telah menerima surat pengaduan dari warga.

“Setelah kami menerima pengaduan dari warga melalui surat, kami melakukan pertemuan dengan warga yang diwakili ketua RW 09 dan 10 kelurahan Margahayu Utara serta ketua RW 09 kelurahan babakan guna mendalami keluhan warga,” kata Momon.

Selanjutnya, Ia melaporkan pengaduan tersebut ke DLHK Kota Bandung melalui Kabid Pengawasan.

“Pihak DLHK sendiri sudah melakukan kunjungan ke PT Saku Mas Jaya didampingi Forkopimcam Babakan Ciparay, masalah ini ditangani DLKH,” pungkasnya.

Kabid Pengawasan DLHK Kota Bandung, Lita saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp belum memberikan jawaban.

Menurut informasi, pihak DLHK memberikan tenggat waktu satu bulan kepada PT Saku Mas Jaya untuk berhenti menggunakan batu bara ataupun cangkang kelapa sawit.

Sementara PT Saku Mas Jaya belum memberikan keterangan terkait kejadian tersebut. ***

Komentari

Berita Terkait

Sampah Mulai Terangkut, 4 dari 10 Kecamatan Baru Capai 50 Persen
Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani
Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang
Awas Ketinggalan, Penutupan Boarding 5 Menit Sebelum Kereta Berangkat
Layanan Tertinggi Angleb 2026, Puluhan Ribu Pelanggan Berangkat dari Daop 2 Bandung
KONI Jabar Terus Matangkan Persiapan Porprov 2026
Lepas Mudik Bersama Warmindo, Yasierli Sebut Bentuk Kepedulian Perusahaan
Cek Pengguna Narkoba, BNN Sidak Petugas Operasional Stasiun Bandung

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:52 WIB

Sampah Mulai Terangkut, 4 dari 10 Kecamatan Baru Capai 50 Persen

Senin, 23 Maret 2026 - 12:59 WIB

Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani

Minggu, 22 Maret 2026 - 14:57 WIB

Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:25 WIB

Awas Ketinggalan, Penutupan Boarding 5 Menit Sebelum Kereta Berangkat

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:58 WIB

Layanan Tertinggi Angleb 2026, Puluhan Ribu Pelanggan Berangkat dari Daop 2 Bandung

Berita Terbaru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat  47.807 pelanggan menggunakan layanan kereta api jarak jauh. PJ/Dok

FEATURED

Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani

Senin, 23 Mar 2026 - 12:59 WIB

Tampak para penumpang kereta api yang akan mudik ke berbagai daerah. PT KAI Daop 2 Bandung mencatat melayani 415 ribu pelanggan selama 12 hari Angleb 2026.

FEATURED

Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:57 WIB