BANYUASIN, PelitaJabar – Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), diyakini mampu menjaga inflasi termasuk distribusi pangan.
“Dengan kekuatan jaringan, SDM, serta infrastruktur logistik yang menjangkau hingga pelosok Tanah Air, Pos Indonesia siap menjadi bagian penting dalam memperlancar arus komoditas pangan dan mendukung stabilitas harga,” jelas EVP Enterprise Business Pos Indonesia, Dino Aryadi, di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat lalu.
Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, BUMN logistik, dan pelaku usaha untuk memastikan harga pangan terkendali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berkomitmen memastikan distribusi komoditas pangan berjalan efisien, cepat, dan tepat sasaran. Optimalisasi layanan, dukungan armada, hingga digitalisasi logistik menjadi fokus kami untuk membantu menjaga rantai pasok tetap kuat,” tambahnya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali, menegaskan, GPIPS dirancang sebagai pendekatan menyeluruh untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui tiga strategi utama: peningkatan produksi, kelancaran distribusi, dan penguatan sinergi pusat–daerah.
Ricky mengungkapkan, inflasi nasional pada tahun 2025 tercatat 2,92% (yoy), berada dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1%.
Namun pada Januari 2026, inflasi meningkat menjadi 3,55% yoy, terutama dipengaruhi kelompok pangan bergejolak.
“Upaya pengendalian inflasi pangan harus terus diperkuat agar tetap berada pada kisaran 3–5%,” ucapnya.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyoroti pentingnya inovasi digital dalam memperkuat ekosistem pangan.
“Penggunaan platform SiBenih dan program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang berhasil mengoptimalkan produksi dan distribusi pangan daerah,” pungkasnya. ***









