Kang Deim : Pernyataan Bahlil Membuat Pesilat Indonesia Tersinggung

- Penulis

Jumat, 13 Agustus 2021 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Pernyataan  Menteri investasi/BKPM Bahlil Lahadalia yang mengatakan “pengusaha pencaksilat jangan buat masalah di negara ini” mengundang  berbagai kecaman khususnya dari para penggiat dan tokoh pencaksilat Indonesia.

Salah satunya datang dari Senior PPS Satria Muda Indonesia Jawa Kang Dede Iman Barat

“Sebagai insan Pencaksilat, saya menyayangkan pernyataan dari saudara Bahlil ini. Seharunya sebagai pejabat negara harusnya berhati-hati dalam berbicara & mengeluarkan pernyataan,” tegas Dede Iman yang lebih akrab disapa Kang Deim ini Jumat (13/08/2021).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pernyataan  saudara Menteri itu seolah-olah  mengkonotasikan Pencaksilat memiliki prilaku buruk dan buat masalah kepada  Negara.

“Bahlil harus belajar sejarah lagi. Dia harus melihat bagaimana kontribusi para pendekar Silat dimasa perjuangan merebut kemerdekaan. Kalau tidak tahu sejarah jangan ngomong seenaknya,” kata Kang Deim.

Mantan Sekretaris Umum (Sekum) Ikatan Pencakailat Seluruh Indonesia (IPSI) Jawa Barat periode 2012 hingga 2016 ini sangat “berang” lantaran pernyataan Menteri era Jokowi ini dianggap menyinggung perasaan insan pesilat Indonesia.

“Saya juga sangat mengapresiasi IPSI Jabar dalam menyikapi permasalahan ini dengan cepat. IPSI sebagai organisasi Pencaksilat tentunya sangat berkepentingan untuk meminta klarifikasi kepada Menteri Bahlil,” Ujarnya.

Dia berharap jangan sampai permasalahan ini menjadi “bola liar” dan memancing kemarahan insan-insan Pencaksilat di seluruh Indonesia bahkan di seluruh Dunia.

IPSI harus segera mensomasi secara resmi kepada saudara Menteri Bahlil

Dan dan menuntut yang bersangkutan  mencabut pernyataan tersebut dan meminta maaf secara terbuka kepada IPSI, perguruan-perguruan Silat dan kepada insan Pencaksilat di seluruh Dunia.

“Ini harus segera dilakukan saudara Bahlil. Nanti-nanti kalau mau bicara mbok ya dipikirkan dulu. Jangan seenaknya. Saudara Bahlil harus banyak bertanya apa itu pencaksilat dan bagaimana filosofinya terhadap bangsa dan negara,” pungkasnya. Joel

Komentari

Berita Terkait

Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata
Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis
Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga
PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast
Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu
Percepat Penanganan PPA dan TPPO, DP3AKB Jabar Gandeng Kemenham
Jaga Kelestarian Lingkungan, Larang Tebang Pohon Sepanjang Jalan Provinsi di Kota Bandung
KDM Serahkan Bantuan Bagi Korban KRL

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:00 WIB

Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:37 WIB

Bangun Negeri, Kodam III/Slw dan UNPAK Lakukan Kerjasama Strategis

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:08 WIB

PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast

Senin, 4 Mei 2026 - 13:48 WIB

Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu

Berita Terbaru

Petugas KAI Daop 2 Bandung menutup salah satu perlintasan sebidang ilegal. PJ/Dok

FEATURED

Hindari Kecelakaan, KAI Tutup Puluhan Pintu Tak Terjaga

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06 WIB

Ketua Tim Penyelaras Anrico Pasaribu menyerahkan naskah final AD/ART, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dan Kode Perilaku Wartawan (KPW) kepada Ketua Umum Akhmad Munir, disaksikan jajaran pengurus dalam rapat pleno PWI Pusat Jakarta, Senin (4/5/2026). PJ/Dok

FEATURED

PWI Pusat Bentuk Tim Website & Podcast

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:08 WIB

Gubernur Jabar KDM jadi saksi pernikahan pasangan Tuna Rungu di KUA Bale Endah. PJ/Dok

FEATURED

Pesan KDM untuk Pasutri Disabilitas Tuna Rungu

Senin, 4 Mei 2026 - 13:48 WIB