Kontroversi Perampingan Perusahaan Dalam Menghadapi Hantaman Pandemi

- Penulis

Kamis, 5 Agustus 2021 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAAT INI, seluruh dunia masih dibayangi “hantu” Covid-19 yang berdampak pada berbagai sektor, terlebih dunia usaha. Perekonomian Indonesia sendiri hingga saat ini, masih terhimpit dan berada di posisi minus.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun 2021 mengalami kontraksi sebesar -0.74 persen (y-on-y). Jika dibandingan dengan triwulan keempat tahun 2020, 2.19 persen. Ini indikator terjadi perbaikan kondisi ekonomi. Tetapi pertumbuhan tersebut masih menunjukkan nilai minus akibat turunnya performa pada sejumlah sektor.

Karena itu, perusahaan perlu melakukan adaptasi agar tetap dapat bertahan saat ini. Untuk meningkatkan kinerja operasional, terdapat tiga masalah fundamental yang perlu diperhatikan. Diantaranya masalah pemborosan atau limbah dalam proses operasional, variabilitas atau keragaman dalam proses operasional, dan keluaran yang dihasilkan oleh proses operasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga masalah tersebut dapat diminimalisir dengan lean operation atau perampingan proses operasi. Tujuannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan, sehingga diharapkan terjadi peningkatan performa ekonomi.

Perampingan proses dapat dilakukan dengan mengurangi limbah. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga limbah proses, hasil, atau keluaran lain yang tidak berguna dari proses operasional. Hal ini tentunya dapat menurunkan biaya operasional, dampaknya efisiensi dan peningkatan pendapatan bersih dari suatu perusahaan. Caranya, menghilangkan proses yang tidak memiliki nilai tambah dalam operasional.

Selain itu, peningkatan operasional dapat dilakukan dengan mengurangi keragaman proses operasional. Imbasnya, penyederhanaan sumber daya. Semakin sedikit sumber daya, semakin sederhana komponen biaya.

Pengingkatan kinerja operasional perusahaan, juga mendorong terciptanya keluaran operasional atau produk yang lebih baik. Produk yang dimaksud bukan hanya berbentuk fisik yang dijual kepada pelanggan, melainkan hasil operasional yang digunakan untuk kepentingan internal perusahaan.

Perampingan proses berarti mengenali nilai yang diinginkan oleh pelanggan dengan menganalisis semua aktivitas yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah produk. Namun, mengoptimalkan keseluruhan proses, tentunya menghasilkan keluaran operasional yang diharapkan oleh pelanggan.

Untuk mencapai hal itu, harus didukung oleh fleksibilitas perusahaan dalam beradaptasi dengan situasi dan kondisi. Perusahaan yang tidak fleksibel akan sulit untuk melakukan perampingan proses operasional karena tidak dapat melakukan perubahan secara cepat.

Hal tersebut mengakibatkan keluaran operasional yang sulit untuk ditingkatkan sehingga tidak dapat bersaing dengan perusahaan lain. Padahal dengan melakukan adaptasi yang cepat, perusahaan berpeluang menjaga keberlangsungan produksinya, sehingga perusahaan dapat terus menjalankan operasional secara kesinambungan.

Kesinambungan operasional juga akan mendorong perusahaan untuk terus melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan untuk membiayai kebutuhan sendiri.

Oleh karena itu, perampingan merupakan salah satu alternatif cara untuk menghadapi kondisi perekonomian sepert saat ini.

Perampingan disini memiliki arti luas dan tidak selalu dengan merumahkan tenaga kerja, namun sebuah perusahaan perlu bertransformasi menjadi industri yang fleksibel dan ramping agar mudah beradaptasi menghadapi hantaman pandemi. ***

Komentari

Berita Terkait

Sampah Mulai Terangkut, 4 dari 10 Kecamatan Baru Capai 50 Persen
Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani
Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang
Awas Ketinggalan, Penutupan Boarding 5 Menit Sebelum Kereta Berangkat
Layanan Tertinggi Angleb 2026, Puluhan Ribu Pelanggan Berangkat dari Daop 2 Bandung
KONI Jabar Terus Matangkan Persiapan Porprov 2026
Lepas Mudik Bersama Warmindo, Yasierli Sebut Bentuk Kepedulian Perusahaan
Cek Pengguna Narkoba, BNN Sidak Petugas Operasional Stasiun Bandung

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:52 WIB

Sampah Mulai Terangkut, 4 dari 10 Kecamatan Baru Capai 50 Persen

Senin, 23 Maret 2026 - 12:59 WIB

Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani

Minggu, 22 Maret 2026 - 14:57 WIB

Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:25 WIB

Awas Ketinggalan, Penutupan Boarding 5 Menit Sebelum Kereta Berangkat

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:58 WIB

Layanan Tertinggi Angleb 2026, Puluhan Ribu Pelanggan Berangkat dari Daop 2 Bandung

Berita Terbaru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat  47.807 pelanggan menggunakan layanan kereta api jarak jauh. PJ/Dok

FEATURED

Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani

Senin, 23 Mar 2026 - 12:59 WIB

Tampak para penumpang kereta api yang akan mudik ke berbagai daerah. PT KAI Daop 2 Bandung mencatat melayani 415 ribu pelanggan selama 12 hari Angleb 2026.

FEATURED

Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:57 WIB