TASIKMALAYA, PelitaJabar – Selama masa angkutan mudik lebaran 2026, stasiun Tasikmalaya menjadi stasiun tersibuk ketiga setelah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong.
Stasiun Bandung menjadi stasiun tertinggi dengan total 23.252 pelanggan. Disusul Stasiun Kiaracondong yang melayani 20.054 pelanggan berangkat, sementara Stasiun Tasikmalaya berada di posisi ketiga dengan jumlah 5.165 pelanggan.
Selain keberangkatan penumpang, data kedatangan pelanggan di stasiun wilayah Daop 2 Bandung juga menunjukkan tingginya arus perjalanan menuju daerah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Stasiun Bandung tercatat melayani 17.281 pelanggan turun, diikuti Stasiun Kiaracondong sebanyak 8.950 pelanggan.
Sementara Stasiun Tasikmalaya menjadi stasiun kedatangan tersibuk ketiga dengan jumlah pelanggan turun mencapai 7.879 orang selama lima hari masa Angkutan Lebaran 2026.
Selain ketiga stasiun tersebut, beberapa stasiun lain juga mencatat angka pelayanan penumpang yang cukup tinggi.
Untuk pelanggan yang berangkat, Stasiun Cimahi tercata ada 2.979 pelanggan dan Stasiun Purwakarta ada 2.949 pelanggan.
Sementara untuk pelanggan yang datang, tercatat di Stasiun Banjar ada 5.222 pelanggan turun dan Stasiun Garut ada 3.160 pelanggan turun.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan, tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Tasikmalaya menjadi perhatian KAI untuk terus meningkatkan pelayanan.
“Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama periode Angkutan Lebaran tahun ini. Hal ini menunjukkan kereta api semakin dipercaya sebagai moda transportasi pilihan masyarakat,” ujarnya Senin, 16 Maret 2026.
Dikatakan, KAI Daop 2 Bandung terus berupaya merespons kebutuhan masyarakat dengan meningkatkan aksesibilitas layanan kereta api.
“Salah satu langkah dengan memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dengan memberhentikan KA Serayu di Stasiun Rajapolah untuk melayani naik dan turun penumpang mulai 14 Maret 2026,” pungkasnya.
Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat di wilayah Rajapolah dan sekitarnya m lebih mudah mengakses transportasi kereta api tanpa harus menuju stasiun yang lebih jauh. ***








