Pemkot Bandung Raih Nilai A Pada LAKIP

- Penulis

Jumat, 26 Januari 2018 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, PelitaJabar–Pemerintah Kota Bandung menjadi satu-satunya kota yang mendapat nilai A pada Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Daerah (LAKIP) di Wilayah I. Hal tersebut menandai Kota Bandung berhasil mempertahankan prestasi yang ketiga kalinya dalam penilaian tersebut.

Penghargaan diserahkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada Pemerintah Kota Bandung melalui Asisten Administrasi Umum dan Kepegawaian, Evi S. Shaleha di Kota Batam, Kamis (25/1).

Menurut Evi, dari 172 kota/kabupaten di Wilayah I yang meliputi Pulau Sumatera, Provinsi Banten, dan Jawa Barat, hanya ada satu nilai A, yakni yang Kota Bandung. Hal tersebut berkat optimalisasi sistem yang telah dirancang oleh Kota Bandung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kota Bandung sejak awal dapat SAKIP A, karena kita punya aplikasi e-SAKIP,” ungkap Evi melalui sambungan telepon usai menerima penghargaan.

Dikatakan, penghargaan itu juga menunjukkan adanya peningkatan akuntabilitas kinerja yang baik oleh Pemerintah Kota Bandung. Artinya, keselarasan antara perencanaan dan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik.

“Akuntabilitas Kinerja itu dinilai dari perencanaan kinerja, ada pengukuran kinerja, dan evaluasi kinerja. Jadi ini adalah rangkaian aktivitas pemerintahan dari mulai perencanaan sampai evaluasi,” tutur Evi.

Keseluruhan rangkaian tersebut, lanjut Evi, diimplementasikan dan dibantu dengan sistem e-SAKIP sehingga Pemerintah Kota Bandung bisa mempertahankan nilai LAKIP dengan baik. Pada hasil LAKIP yang diterima, ada beberapa rekomendasi dari Kementerian PANRB agar akuntabilitas kinerja Pemerintah Kota Bandung bisa terus meningkat.

“Kita akan terus bupaya meningkatkan kinerja untuk yang dianggap masih harus ditingkatkan, termasuk untuk yang sudah dianggap baik. Pokoknya, kita harus terus berikhtiar untuk meningkatkan kinerja lebih baik lagi. Sehingga dapat dirasakan oleh masyarakat ada peningkatan pelayanan,” jelasnya.

Dengan hasil yang diperoleh Kota Bandung, pihaknya mengaku cukup puas dengan sistem e-SAKIP yang dimiliki. Banyak pula kota/kabupaten lain di Indonesia yang mereplikasi sistem tersebut sehingga secara nasional ada peningkatan nilai akuntabilitas kinerja. Kementerian PANRB merilis ada kenaikan rata-rata nilai evaluasi pada kabupaten/kota sebesar 4,56 poin dari tahun 2016 menjadi 54,43.

“Kontribusi Pemerintah Kota Bandung sesuai filosofi Pak Wali Kota kan kolaborasi. Jadi sejak memiliki e-SAKIP juga berbagi dengan daerah lain yang pada akhirnya bisa berkontribusi untuk meningkatkan hasil yang lebih baik,” pungkasnya. Red

Komentari

Berita Terkait

Analisis Spektrum Frekuensi pada Sistem Telekomunikasi
Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi
Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome
Studi Propagasi Gelombang Radio
Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan
Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:05 WIB

Analisis Spektrum Frekuensi pada Sistem Telekomunikasi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 08:16 WIB

Peran Crystal Oscillator Dalam Menjaga Stabilitas Frekuensi Sistem Telekomunikasi

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:12 WIB

Perancangan Canttena Kaleng untuk Penguat Sinyal Wifi Indihome

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:21 WIB

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:08 WIB

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Berita Terbaru

Ilustrasi analisis spektrum frekuensi. Foti web

FEATURED

Analisis Spektrum Frekuensi pada Sistem Telekomunikasi

Sabtu, 10 Jan 2026 - 15:05 WIB

Foto ilustrasi. Web

FEATURED

Studi Propagasi Gelombang Radio

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:21 WIB

PT Adira Finance meluncurkan Hasanah, produk pembiyaan haji plus tanpa jaminan di Jakarta. PJ/Dok

EKONOMI

Adira Kenalkan Hasanah, Pembiayaan Haji Plus Tanpa Jaminan

Jumat, 9 Jan 2026 - 17:08 WIB