DALAM proses manajemen, hal yang sangat penting adalah perencanaan. Sebagai awal proses manajemen, sebelum menuju pengorganisasian, perencanaan merupakan langkah awal pengarahan, dan pengontrolan.
Pada intinya perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau perusahaan.
Selain itu, pencapaian dapat diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Definisi perencanaan sumber daya manusia dikemukakan oleh Mangkunegara dalam Masram (2017).
Menurutnya, Perencanaan tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu proses menentukan kebutuhan berdasarkan peramalan pengembangan, pengimplementasian, dan pengendalian kebutuhan, yang berintegrasi dengan perencanaan organisasi agar tercipta jumlah pegawai, penempatan yang tepat dan bermanfaat secara ekonomis.
Sebuah organisasi dalam mewujudkan eksistensinya, memerlukan perencanaan Sumber daya manusia yang efektif.
Perencanaan tenaga kerja atau SDM, merupakan suatu hal yang sangat penting terutama bagi organisasi maupun perusahaan.
Hal ini untuk menetapkan tujuan, apa yang akan di raih selama periode atau waktu mendatang.
Pentingnya peran seorang human resource department menjadi salah satu kunci keberhasilan terhadap perlakuan kepada karyawan dengan latar belakang yang berbeda-beda.
Ketika seorang HRD dihadapkan pada suatu permasalahan dari skala kecil hingga yang kompleks, perlu dirumuskan strategi-strategi serta sistem yang dapat menangani hal tersebut.
Karena itu, manfaat perencanaan tenaga kerja bagi perusahaan dapat meningkatkan efektifitas, produktivitas, mengetahui pasar dan kebutuhan kerja serta pengembangan tenaga kerja.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhaan diantaranya lingkungan eksternal, keputusan organisasi serta persediaan karyawan.
Sementara kendala perencanaan tenaga kerja standar kemampuan SDM, Manusia itu sendiri, situasi SDM dan kebijakan perburuhan pemerintah.
Kendala yang dihadapi dalam perencanaan tenaga kerja menurut Masram (2015; 87) yaitu :
Standar kemampuan SDM yang pasti belum ada, akibatnya informasi kemampuan SDM hanya berdasarkan ramalan-ramalan (prediksi) saja yang sifatnya subjektif.
Manusia (SDM) Mahluk Hidup tidak dapat dikuasai sepenuhnya seperti mesin.
Hal ini menjadi kendala perencanaan tenaga kerja, karena sulit memperhitungkan segala sesuatunya dalam rencana. Misalnya, ia mampu tapi kurang maksimal mengolah kemampuannya.
Situasi SDM, persediaan, mutu, dan penyebaran penduduk yang kurang mendukung kebutuhan SDM perusahaan.
Kebijaksanaan Perburuhan pemerintah, perencanaan tenaga kerja atau SDM, memberikan petunjuk masa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan dibutuhkan, pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki.
Melalui rencana suksesi, jenjang karier tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perorangan yang konsisten dengan kebutuhan suatu organisasi. ***