Polemik Kepala BASARNAS, Ketua KPK Lebih Memilih Main Badminton

- Penulis

Sabtu, 29 Juli 2023 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, PelitaJabar – Pimpinan KPK tidak bertanggung jawab terhadap polemik penetapan status tersangka terhadap Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, dan Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas, Letkol Afri Budi Cahyanto, dalam kasus dugaan suap.

Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan menyebut Pimpinan KPK Firli Bahuri sengaja menghindar terkait polemik penetapan tersangka Kepala Basarnas. PJ/dok

Mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, menyentil keberadaan Ketua KPK, Firli Bahuri, yang menurutnya sengaja menghindar.

Padahal setiap penanganan kasus oleh KPK selalu melalui proses pembahasan bersama dengan pimpinan KPK dan pejabat struktural.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyalahkan penyelidik atau penyidik sebagai ‘kambing hitam’ dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Basarnas adalah tindakan keliru.

Selain mencermati ketidakhadiran Firli Bahuri, Novel juga mengkritik keputusan Firli yang memilih untuk bermain badminton di Manado ketika polemik OTT di Basarnas sedang berkembang.

“Apakah tindakan tersebut sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua KPK,” sentil Novel melalui cuitan di akun Twitternya Jumat (28/7/2023).

M Praswad Nugraha, mantan penyidik KPK sekaligus Ketua IM57+Institute, juga mengeluarkan kritik serupa.

Praswad menegaskan, seluruh alat bukti harus dilaporkan kepada pimpinan KPK dalam mekanisme pengungkapan perkara.

“Penetapan tersangka sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan KPK, bukan kewenangan penyelidik atau penyidik KPK,” ucapnya.

Menurutnya, kekhilafan atau ketidakcermatan dari pimpinan KPK dalam proses penanganan perkara bisa dianggap sebagai penyalahgunaan wewenang dan termasuk dalam perbuatan pidana.

Sebagaimana dilaporkan, KPK mengakui adanya kekeliruan dalam proses hukum dugaan korupsi di Basarnas dan menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan tersebut.

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menjelaskan, tim penyelidik menemukan adanya anggota TNI dalam operasi tangkap tangan tersebut, sehingga hal tersebut harus diserahkan kepada TNI sesuai dengan mekanisme peradilan yang berlaku. ***

Komentari

Berita Terkait

Soliditas Internal Organisasi, Kunci Sukses Kejurnas Karate
Hadi Tjahjanto Buka Kejurnas Karate 2026 di Jabar
Pangdam III/Slw Sebut Dunia Usaha Berkontribusi Ciptakan Stabilitas Nasional
Fokus Keselamatan Penumpang, Manajemen Daop 2 Periksa Lintas Wilayah
Ga Perlu Khawatir, Pakan & Gaji Pekerja Kebon Binatang Bandung Aman
Sejak Dibuka, KA Sangkuriang Layani 6000 Lebih Pelanggan
Anggaran Belum Cair, Bagaimana Nasib Atlet & Porprov 2026
Dari Seminar Bersinergi Membangun Negeri, Mayjen TNI Kosasih Sebut Kolaborasi Harus Berdampak Nyata

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:43 WIB

Soliditas Internal Organisasi, Kunci Sukses Kejurnas Karate

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:28 WIB

Hadi Tjahjanto Buka Kejurnas Karate 2026 di Jabar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:59 WIB

Pangdam III/Slw Sebut Dunia Usaha Berkontribusi Ciptakan Stabilitas Nasional

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:52 WIB

Fokus Keselamatan Penumpang, Manajemen Daop 2 Periksa Lintas Wilayah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:55 WIB

Ga Perlu Khawatir, Pakan & Gaji Pekerja Kebon Binatang Bandung Aman

Berita Terbaru

Gianto Hartono, SE Ketua Umum FORKI Jabar.

FEATURED

Soliditas Internal Organisasi, Kunci Sukses Kejurnas Karate

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:43 WIB

Hadi Tjahjanto, saat membuka Kejuaraan Nasional Piala Ketua Umum PB FORKI IV 2026, Sabtu 9 Mei 2026 di GOR C-Tra Arena Jalan Cikutra Bandung. PJ/Joel

FEATURED

Hadi Tjahjanto Buka Kejurnas Karate 2026 di Jabar

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:28 WIB