RK : Konsumsi Teh di Indonesia hanya 300 gram per orang

- Penulis

Sabtu, 3 Agustus 2019 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar — Bicara teh, sebagian orang akan teringat budaya meminum teh ala bangsawan di Negeri Ratu Elizabeth. Sebagian lagi, akan mengingat upacara minum teh khas Negeri Sakura Jepang.

Bagaimana dengan Indonesia? Teh masih kalah dari kopi. Pun konsumsi teh di Tanah Air masih terbilang rendah.

“Setiap hari, saya pribadi minum teh, baik yang disajikan maupun beli di minimarket yang dingin. Intinya sudah jadi budaya keseharian. Konsumsi teh orang Indonesia masih kecil. Kita harus bikin teh jadi trendy. Produk teh kan banyak, ada yang dicampur susu, dingin, atau panas,” jelas Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat membuka West Java Bandung Tea Festival 2019 di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (2/8/19).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, rata-rata konsumsi teh di Indonesia hanya 300 gram per orang. Sementara di dunia, konsumsi teh per orang adalah 700 gram.

“Itu menunjukkan meminum teh belum populer dan belum menjadi gaya hidup bagi masyarakat Indonesia,” tegasnya.

Bicara teh di Indonesia, Jawa Barat (Jabar) sendiri menjadi penghasil teh terbanyak dengan mendominasi 70 persen dari produksi nasional. Perkebunan teh tersebut tersebar di beberapa kabupaten yakni Bandung, Sukabumi, Garut, Subang, Sumedang, Bogor, hingga Cianjur, dengan luas total 92.816 Ha.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Dody Firman Nugraha, Jabar punya keunggulan dalam perkebunan, termasuk untuk komoditas teh.

Selain itu, berkat recovery dan gerakan penyelamatan agribisnis teh, produksi perkebunan teh meningkat dua tahun ke belakang.

“(Produksi) perkebunan teh meningkat dari 40 ribu ton pada 2017 jadi 41 ribu ton di 2018. Kita punya (hasil) cukup bagus dengan komoditas yang baik,” kata Dody.

Sama seperti kopi, tanaman teh pun terdiri dari bermacam-macam jenis yang menawarkan variasi rasa dan manfaat. Dari data yang dirilis pada 2015, ekspor teh Indonesia di dominasi negara tujuan asal Eropa.

Dari beberapa negara seperti Inggris, Jerman, Ukraina, hingga Polandia, volume ekspor teh Indonesia terbanyak ditujukan ke Rusia dengan total 11.445 ton. Selain ke Eropa, teh Indonesia juga diekspor ke Malaysia dan Uni Emirat Arab. Mal

Komentari

Berita Terkait

Mau Steak Enak Harga Murce, Sirloin Beefhouse Aja, Dijamin Bikin Nagih
KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI
Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung
Daop 2 Bandung Lakukan Normalisasi Operasional, Batalkan 3 Perjalanan KA
Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP
Daop 2 Bandung Batalkan Keberangkatan ke Semarang & Jakarta
TPA Sarimukti Over Kapasitas, Farhan Ajak Masyarakat Bijak Kelola Sampah
Komisi III Bahas Sejumlah Agenda dengan DSDABM Kota Bandung

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 17:23 WIB

Mau Steak Enak Harga Murce, Sirloin Beefhouse Aja, Dijamin Bikin Nagih

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:37 WIB

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI

Selasa, 20 Januari 2026 - 08:12 WIB

Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung

Senin, 19 Januari 2026 - 10:43 WIB

Daop 2 Bandung Lakukan Normalisasi Operasional, Batalkan 3 Perjalanan KA

Senin, 19 Januari 2026 - 10:10 WIB

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP

Berita Terbaru

Ir. Andrian Tejakusuma saat menjadi pembicara kegiatan KONI Kota Tasikmalaya. PJ/Joel

FEATURED

KONI Jabar Tegas Tolak Musprov PSTI

Selasa, 20 Jan 2026 - 08:37 WIB

Prof.Sucipto (baju batik) saat Musprov PSTI Jabar. PJ/Joel

FEATURED

Ini Kata Sucipto Kenapa Musprov PSTI Jabar Tetap Berlangsung

Selasa, 20 Jan 2026 - 08:12 WIB

YBM BRILiaN meluncurkan Mustahik Income Generating Program (MIGP) di dua lokasi, Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis. PJ/Dok

EKONOMI

Dongkrak Ekonomi Masyarakat, YBM BRILiaN Gagas Program MIGP

Senin, 19 Jan 2026 - 10:10 WIB