Rocky Gerung Sebut Indonesia Alami Pembusukan Ekonomi

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Politik Rocky Gerung saat kuliah umum di USB YPKP. PJ/Dok

Pengamat Politik Rocky Gerung saat kuliah umum di USB YPKP. PJ/Dok

BANDUNG, PelitaJabar – Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Indonesia mengalami pembusukan ekonomi. Menurutnya, paradoks antara pencitraan (public relation) dan realitas seperti promosi “Prabowonomics” di forum internasional justru dibarengi dengan hukuman dari pasar keuangan global akibat dugaan manipulasi data.

“Potensi kita mengalami crash. Secara real, kita mengalami pembusukan dalam ekonomi,” tegas Rocky saat kuliah umum di Universitas Sangga Buana YPKP (USB) Bandung Kamis 29 Januari 2026.

Sementara Mantan Menteri Kehutanan era SBY, MS. Kaban, menyebut kondisi alam Jawa Barat berada pada posisi ‘disaster’ atau bencana, dengan tutupan hutan yang hanya tersisa 19% dari ideal 30%.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi alam Jawa Barat adalah bencana. Pengelolaan sistem alam kita sudah babak belur. Yang akan menjalani suasana babak belur itu adalah generasi muda ini,” tegas Kaban.

Menurutnya, luas hutan Indonesia yang semula 137 juta hektar (2009-2014) menyusut drastis menjadi hanya 110 juta hektar dalam 10 tahun terakhir.

“Yang 27 juta hektar digunakan untuk apa? Apakah masyarakat tahu?” tanyanya.

Dia mengkritik keras praktik tambang liar, seperti di Sumatera Utara yang menelan ratusan korban jiwa, serta kebijakan pemerintah yang dinilai kontradiktif.

Sedangkan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti kriminalisasi kebebasan berpikir.

Dengan menunjukkan buku “Jokowi’s White Paper”, ia menyatakan mengkriminalisasi pemikiran adalah pertanda demokrasi ‘sontoloyo’.

“Kalau ada pemerintahan yang masih mengkriminalkan orang berpikir, pasti negara itu demokrasinya sontoloyo,” ujarnya.

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo sendiri memperingatkan persaingan sumber daya global akan makin sengit akibat ledakan penduduk dunia.

“Apakah generasi muda akan menjadi pewaris Republik atau “budak bangsa asing”,” tanyanya.

Acara dibuka Rektor USB YPKP Bandung, Dr. Didin Saepudin dengan tema “Menuju Indonesia 2045, Anak Muda, Demokrasi dan Pertahanan Bangsa”, menjadi bagian Inaugurasi REVOSA 2025 ini menekankan tanggung jawab besar generasi muda dalam merawat masa depan bangsa. ***

Komentari

Berita Terkait

Sampah Mulai Terangkut, 4 dari 10 Kecamatan Baru Capai 50 Persen
Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani
Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang
Awas Ketinggalan, Penutupan Boarding 5 Menit Sebelum Kereta Berangkat
Layanan Tertinggi Angleb 2026, Puluhan Ribu Pelanggan Berangkat dari Daop 2 Bandung
KONI Jabar Terus Matangkan Persiapan Porprov 2026
Lepas Mudik Bersama Warmindo, Yasierli Sebut Bentuk Kepedulian Perusahaan
Cek Pengguna Narkoba, BNN Sidak Petugas Operasional Stasiun Bandung

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:52 WIB

Sampah Mulai Terangkut, 4 dari 10 Kecamatan Baru Capai 50 Persen

Senin, 23 Maret 2026 - 12:59 WIB

Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani

Minggu, 22 Maret 2026 - 14:57 WIB

Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang

Jumat, 20 Maret 2026 - 17:25 WIB

Awas Ketinggalan, Penutupan Boarding 5 Menit Sebelum Kereta Berangkat

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:58 WIB

Layanan Tertinggi Angleb 2026, Puluhan Ribu Pelanggan Berangkat dari Daop 2 Bandung

Berita Terbaru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung mencatat  47.807 pelanggan menggunakan layanan kereta api jarak jauh. PJ/Dok

FEATURED

Hari Kedua Lebaran, 94 Ribu Lebih Penumpang KA Terlayani

Senin, 23 Mar 2026 - 12:59 WIB

Tampak para penumpang kereta api yang akan mudik ke berbagai daerah. PT KAI Daop 2 Bandung mencatat melayani 415 ribu pelanggan selama 12 hari Angleb 2026.

FEATURED

Selama 12 Hari Angleb 2026, Daop 2 Layani 415 Ribu Penumpang

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:57 WIB