Ketua Kelompok Swadaya Mandiri TPS-3R Hedy Wibowo menyebut, kemandirian warga dalam mengolah sampah berhasil menekan hingga 40 persen jumlah sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Di TPS-3R ini, sampah rumah tangga dan restoran di wilayah Ciumbuleuit dibagi menjadi tiga yakni organik, non organik, dan residu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sampah organik dan non organik diolah menjadi produk bernilai ekonomis seperti pupuk.
“Sampah residu dibuang kembali. Namun, 40 persen jumlah sampah keseluruhan berhasil kita tekan. Jadi, tidak langsung dibuang ke TPA,” ujar Hedy 13 Juli 2022.
Petugas TPS-3R Dago Bengkok setiap hari melakukan pengangkutan sampah ke rumah-rumah warga. Hasilnya, 6 ton sampah terkumpul dalam sepekan.
Dari jumlah tersebut, Hedy menyebut sekitar 2,5 ton berhasil diserap menjadi produk baru. Angka ini juga diyakini terus bertumbuh, sehingga 100 persen persoalan sampah di kewilayahan bisa selesai.
“Untuk saat ini minimal kita bisa mengurangi,” katanya.
TPS-3R Dago Bengkok dijalankan oleh 13 pekerja. Selain mengangkut sampah, mereka juga mengolah sampah organik menjadi pupuk. Hasil olahan tersebut dijual dalam bentuk kemasan.
Sementara Lurah Ciumbuleuit, Aa Hedi Muklis menyebut, sosialisasi pengolahan sampah di wilayahnya terus dilakukan secara masif.
“Kami terus sosialisasikan mulai dari tingkat RT dan RW. Semoga dengan optimalisasi program Kang Pisman, kita sama-sama bisa mewujudkan Bandung sebagai kota bebas sampah,” pungkasnya. ***