Anies : Jakarta Perlu Tekanan Pers

- Penulis

Rabu, 23 Januari 2019 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, PelitaJabar — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku, untuk mengambil suatu keputusan, pihaknya masih tetap berpegang pada informasi dari media massa nasional terbitan Jakarta, dari pada media sosial.

Percakapan riuh rendah di media sosial, dinilai seringkali remeh temeh, dan bukan yang dipikirkan oleh masyarakat Jakarta sehari-hari, yaitu air bersih, transportasi, harga kebutuhan pokok (beras, telor, ayam, daging, dll) dan lapangan pekerjaan.

Sebaliknya di Bogor, Wali Kota Bima Arya Sugiarto dalam melakukan tugas dan mengambil keputusan sehari-hari justru lebih banyak mendengar suara media sosial, dari pada media massa lokal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengungkapkan, media pers kini sedang memasuki ambang transisi akibat kemajuan teknologi digital. Untuk menjawab tantangan teknologi itu, menuntut tersedianya para wartawan profesional yang memahami teknologi dan model jurnalisme yang mengarah pada konvergensi dan multi platform. Karena itu program peningkatan profesionalitas melalui uji kompetensi dan sertifikasi wartawan menjadi penting. Setiap media dituntut mengembangkan visi misi futuristik yang bisa melampaui jaman.

Di era transisi menuju Teknologi 4.0. pers harus bertransformasi dari penadah iklan menjadi pengembang iklan. Saat ini masih ada banyak media didirikan hanya untuk menarik jatah dana APBD dari pemda-pemda.

Ketiga tokoh ini berbicara dalam seminar di Jakarta, 22 Januari 2019, dengan tema “Peranan Pers pada Era Digital dan Mendukung Pembangunan Daerah”.

Pilihan tema ini, menurut Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, agar bisa melihat peran pers dalam pembangunan daerah. Seminar ini sebagai puncak Rapat Kerja PWI masa bakti 2018-2019. Sekaligus menyongsong peringatan Hari Pers Nasional Indonesia (HPN) 6-9 Februari 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Anies, Jakarta sebagai daerah, media-medianya mempunyai irisan dengan media-media nasional. Itu sebabnya, ada hal remeh, misalnya, tiba-tiba bisa menjadi isu nasional.

Pada masa Orde Baru, ketika pemerintah menjadikan informasi sebagai propaganda tentang capaian-capaian pembangunan, untuk mengonfirmasi kebenaran tanyanya ke media massa. Saat ini kondisinya terbalik. Dengan adanya tsunami informasi (baca membanjirnya informasi) termasuk berita bohong (hoax),pemerintah memegang otoritas verifikasi.

“Dalam memimpin Jakarta selama satu tahun lebih ini, tidak sepi dari berbagai kritik. Lalu kritik-kritik itu di data, diteliti dan dipelajari. Kesimpulan itu tadi, bahwa yang ramai di media sosial, bukan yang menjadi kepentingan mendasar masyarakat Jakarta. Oleh karena itu, saya minta media massa dan media sosial, menemani kami dalam membangun Jakarta dan menjadikan warga jakarta sebagai co-creator yang menjadi sumber solusi,” tambah Anies.

Menurutnya, Pemerintah (DKI Jakarta-red) perlu mendapat tekanan dari media massa maupun media sosial, dengan tema-tema yang penting dan mendasar.

Sementara bagi Wali Kota Bogor, media-media sosial yang lucu, konyol, kasar, ngawur, bohong.

“Tapi kadang juga ada benarnya, dapat menjadikan wahanan untuk mendeteksi realitas yang terjadi di lapangan,” jelas Bima.

Dia sendiri juga menggunakan media sosial (instragram, facebook, website, whatsapp dll) untuk berkomunikasi dengan para warga Bogor. Sehingga bisa mewujudkn Bogor seperti hari ini. Mal

Berita Terkait

Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12
Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB