Terima Kasih Untuk Guru di Masa Pandemi Covid-19

- Penulis

Senin, 30 November 2020 - 17:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYAK yang beranggapan, profesi guru pekerjaan yang mulia karena memiliki peranan penting mengubah dan membawa masa depan seorang anak. Tak hanya mengubah ketidaktahuan menjadi mengerti, seorang guru dituntu mengubah kebodohan menjadi pintar.

Guru bukan hanya sebatas memberikan pelajaran, melainkan membimbing serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada peserta didiknya. Wajar jika banyak yang menyebut guru mempunyai jasa yang besar. Bahkan, guru dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Guru di masa pandemi Covid-19 mempunyai tantangan tersendiri. Tetap menjadi penggerak dan pembina yang memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peran guru di masa pandemi saat ini dituntut melaksanakan banyak peran tambahan. Seperti, memastikan tercapainya tujuan pendidikan dan pemenuhan target akademis dan non-akademis serta mempersiapkan materi dan hasil evaluasi pembelajaran.

Guru juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan keselamatan peserta didik secara fisik dan psikis serta harus dapat melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan kepala sekolah dan orang tua/keluarga siswa untuk membangun kepercayaan dan mendukung proses pendidikan.

Dalam menyelenggarakan pendidikan, guru harus bisa membantu peserta didik berkembang secara akademis, fisik, dan psikis, dengan menyeimbangkan antara old knowledge dengan mekanisme digital.

Menjalankan tugas sebagai guru di masa pandemi Covid-19 memang penuh dengan tantangan. Mulai dari persiapan administrasi mengajar yang harus disesuaikan dengan kebijakan terbaru, seperti kurikulum darurat, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disederhanakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ), program Guru Penggerak dan sebagainya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyatakan, prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga bahkan masyarakat secara umum. Dengan demikian, tugas guru dalam memenuhi pelayanan pendidikan selama pandemi Covid-19 tidak hanya persoalan belajar mengajar, melainkan dibutuhkan pertimbangan yang besar terkait kondisi psikososial dan tumbuh kembang peserta didik.

Tak mudah melakukan aktivitas belajar mengajar saat pandemi Covid-19. Guru harus memperhatikan peserta didik tidak hanya melalui daring, tapi juga harus mengunjungi rumah agar tetap terjaga hubungan baik antara orang tua dan peserta didik.

Menggunakan kurikulum yang sesuai dengan konteks adalah kurikulum berbasis proyek dengan tema utama ketahanan keluarga, mental, fisik, dan pangan. Hal ini bertujuan agar sekolah tidak memberikan beban kepada keluarga. Sehingga, kompetensi dasar dari Kurikulum 2013 hanya dapat diambil sebagian yang esensial dan sesuai dengan proyek pembelajaran. Terlebih, di masa pandemi ini justru guru-guru dipaksa untuk berpikir kreatif agar kegiatan belajar secara blended learning dapat berjalan baik dan menyenangkan, dengan segala keterbatasan yang ada.

Peran guru di tengah pandemi memang jarang disebut sebagai garda terdepan “melawan” Covid-19. Tapi, jangan pernah mengabaikan fungsi dan perannya. Jangan menilainya punya banyak waktu beristirahat semenjak ada kebijakan pemerintah memindahkan proses belajar ke rumah. Justru, masa sekarang guru mempunyai pekerjaan berlipat. Jauh lebih berat dibandingkan mengajar di dalam kelas. Jauh lebih sulit dibandingkan bertatap muka dengan peserta didik di sekolah, seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Mereka tak mengenal istilah siang atau malam.

Benar-benar hari yang menguras pikiran dan waktu, terutama guru yang tidak mengabaikan tanggung jawabnya. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, guru adalah pendekar dan pahlawan pembangunan seluruh bangsa di dunia. Atas besarnya jasa seorang guru, tak ada salahnya mengungkapkan rasa terima kasih untuk guru-guru di seluruh Indonesia, tetap semangat mendidik anak bangsa.

Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang hebat. Guru adalah lentera hidup dan pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih guru.

Selamat Hari Guru Nasional 2020!

Berita Terkait

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi
Elizabeth Kenalkan “Bloom Benneat The Surface” di JFW 2027

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB