Efisiensi Anggaran FORKI Jabar “Putar Otak”

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar –
Efisiensi anggaran berimbas juga pada dunia olahraga prestasi. Buktinya banyak Cabang Olahraga (Cabor) yang akan melaksanakan agenda Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun ini, — harus “memutar otak” untuk menggelarnya.

“Efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah menjadi tantangan untuk organisasi, bagi keberlangsungan organisasi itu,” kata Wakil Ketua II Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate – Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat Arief Hardiana kepada PJ Minggu malam 4 Mei 2025.

Kepala Sekolah SMAN 1 Soreang ini berupaya kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan harus dilakukan secara menyeluruh, transparan dan kredible.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tanpa mengurangi esensi dari keprestasian atlet karate Se-Jawa Barat yang akan berlaga di Porprov nanti. Itu saya rasa yang terpenting,” tambahnya.

Cabor karate, tambah Arief, tentunya harus tegak lurus dalam melakukan pembinaan.

“Jika terjadi seperti ini yaitu efisiensi, maka makna sebagai pengurus nyata terlihat disini. Apa yang harus kita lakukan,” ucapnya.

Terkait pelaksanaan BK Porprov Cabor karate, BK dilakukan secara seri. Tepatnya di seri Sirkuit Jawa Barat.

BK akan berlangsung dalam empat seri yang dijadwalkan pada Mei, Juli, September, dan Desember 2025.

Sedangkan Atlet yang lolos akan ditentukan berdasarkan peringkat dalam sistem ranking World Karate Federation (WKF).

“BK untuk Cabor karate berbeda dengan Cabor lainnya. Dari empat seri itu akan ditentukan atlet yang lolos serta ditentukan berdasarkan ranking,” jelas Arief.

Porprov tahun 2026, cabor karate akan berlangsung di Kota Depok sesuai SK Porprov

Disinggung nomor yang dipertandingkan, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jabar ini menyebutkan jumlahnya sama dengan Porprov sebelumnya.

“Sama dengan nomor pertandingan Porprov sebelumnya tahun 2022 yaitu 17 nomor pertandingan. Masing-masing 9 nomor untuk putra dan 8 nomor untuk putri. Setiap Pengcab FORKI Kabupaten dan Kota diperbolehkan mengirimkan satu atlet per nomor pertandingan. Sementara pelatih yang mendampingi atlet wajib memiliki sertifikasi resmi,” papar Arief.

Batasan usia atlet untuk nomor kumite maksimal berusia 23 tahun.

Sedangkan untuk nomor kata, batas usia maksimal adalah 25 tahun.

“Usia minimal peserta adalah 17 tahun pada saat pelaksanaan Porprov tahun 2026. Ini juga perlu saya sampaikan,” pungkasnya. Joel

Berita Terkait

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi
Elizabeth Kenalkan “Bloom Benneat The Surface” di JFW 2027

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB