Siaga Bencana, Farhan Minta Drainase hingga Peringatan Dini Berjalan Stimulan

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Farham saat Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Sukaluyu, Kamis 23 Oktober 2025.

Farham saat Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Sukaluyu, Kamis 23 Oktober 2025.

BANDUNG, PelitaJabar – Guna perkuat kesiapsiagaan bencana, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat kesiapsiagaan bencana di wilayah utara, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan langkah mitigasi harus berjalan simultan bersama warga.

“Kawasan di bawah 700 MDPL rentan genangan dan banjir, sedangkan area di atasnya berpotensi longsor karena karakteristik tanah dan aliran air dari wilayah ketinggian,” beber Farhan saat Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kamis 23 Oktober 2025.

Data kelurahan Sukaluyu menunjukan, banjir dan genangan rutin masih terjadi di Jalan Pahlawan, Sungai Cikondang, hingga kawasan Cikutra.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan. Banjir dan longsor di wilayah ini bukan lagi potensi, tapi sudah terjadi. Warga dan pemerintah harus siaga bersama,” ungkapnya.

Pemkot Bandung kini tengah besar-besaran memperbaiki drainase hingga akhir tahun sebagai bagian dari solusi struktural. Opsi tambahan seperti kanal baru, kolam retensi, pelebaran saluran, dan sumur imbuhan dalam juga mulai disiapkan agar aliran air tidak lagi tersendat di kawasan padat permukiman.

Farhan juga menyoroti tingginya kasus kebakaran akibat kelalaian rumah tangga. Saat ini sprinkler pencegah kebakaran harus ada di setiap RW.

“Kompor dan korsleting listrik adalah penyebab terbesar kebakaran di Kota Bandung. Setiap RW harus punya sistem pengamanannya,” ujarnya.

Selain itu, Pemkot juga melarang keras pembangunan liar di bantaran sungai, yang dinilai mempersempit aliran dan memperburuk banjir.

“Saluran banyak tersumbat bahkan tertutup bangunan. Itu tidak boleh dibiarkan,” ucapnya.

Di tingkat kewilayahan, Farhan meminta RW mengaktifkan relawan siaga bencana, sistem peringatan dini, dan ronda lingkungan. Ia menilai partisipasi warga menjadi kunci. ***

Berita Terkait

Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12
Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB