BANDUNG, PelitaJabar – Ribuan atlet taekwondo dari berbagai Unit dan Pengcab se-Jawa Barat mulai berjuang memperebutkan tempat terbaik pada Kejuaraan Taekwondo Antar Unit ITN Open IX 2026 yang berlangsung selama dua hari Sabtu dan Minggu (14-15 Februari 2026) di Gymnasium Hall UPI Bandung.
“Total atlet yang ikut sebanyak 2.615 atlet. Ribuan peserta tersebut berasal dari 24 Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) se-Jawa Barat serta 188 Init latihan,” kata Ketua Panitia Pelaksana Didin Nurdiansyah, Sabtu 14 Februari 2026.
Ditambahkan, ada dua nomor utama yang dipertandingkan yaitu kyorugi dan poomsae.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kategori kyorugi meliputi pra-kadet, kadet, junior hingga senior. Sedangkan poomsae mempertandingkan kelompok usia.
“Selain trofi dan medali, hadiah utama berupa sepeda listrik untuk juara umum pertama dan kedua. Dan sepeda lipat untuk juara umum ketiga,” beber pemegang DAN V.
Antusiasme para peserta menunjukkan pembinaan taekwondo di tingkat cabang dan unit berjalan aktif dan kompetitif.
Kejuaraan taekwondo ter-akbar diawal tahun 2026 ini juga melibatkan 95 wasit.
“Mereka terdiri atas 4 wasit Internasional, 49 wasit Nasional, serta 42 wasit daerah yang bertugas memimpin laga selama dua hari pelaksanaan ITN Open IX ini,” ucapnya.
Ketua Pengcab TI Kota Bandung, Master Dedi Heryadi, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan ITN yang telah memasuki edisi kesembilan.
“Alhamdulillah ITN ini secara konsisten sudah sembilan kali dan penyelenggaranya makin membaik. Seperti yang tadi Pak Ketum (Divie,red) bilang, — harus balance antara kualitas dan kuantitas,” papar master Dedi.
Dia berharap dari edisi kesembilan ITN Open ini, akan lahir bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Jawa Barat. Tidak hanya di tingkat Nasional juga Internasional.
“Harapan saya, dari kejuaraan ITN ini akan muncul bibit-bibit unggul untuk membela Jawa Barat di pentas Nasional, bahkan harus muncul di Internasional,” harapnya.
Menurutnya ITN sebagai salah satu ikon pembinaan taekwondo di Jawa Barat. Ia menilai peran pendiri ITN, Master Suryana sangat besar dalam membangun dan menjaga konsistensi organisasi.
“ITN ini sudah legend. Pendirinya Master Suryana, beliau secara konsisten mendidik anak-anaknya. Bukan hal mudah untuk memanage grup ITN ini,” ungkapnya.
Menurut Dedi, kepemimpinan dan dedikasi Master Suryana mampu menyatukan para sabuk hitam di bawah binaannya.
“Alhamdulillah dengan kecakapan beliau, semua sabuk hitam bisa terkelola dengan baik hingga terwujud ITN ke-9 ini,” pungkasnya. Joel








