BANDUNG, Pelita Jabar – Ketua Umum DPD Perbasi Jabar terpilih Epriyanto Kasmuri menaggapi positif adanya riak-riak terkait Musyawarah Daerah (Musda) yang dilakukan sekelompok Pengurus Cabang (Pengcab) Perbasi daerah.
Menurutnya hal itu bagian dari demokrasi organisasi.
“Hanya saja Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat tanggal 14 Februari 2026 itu telah selesai sesuai dengan mekanisme organisasi dan saya sah terpilih secara aklamasi,” tegas Apriyanto, Jumat 6 Maret 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pro dan kontra dan tidak ada kesepakatan dengan hal-hal lain terkait pelaksanaan Musda,– harusnya diselesaikan dalam forum terhormat yaitu Musda.
“Puas gak puas mari kita puaskan dalam Musda itu. Maaf maaf ya, jangan melakukan Walk-Out (meninggalkan sidang di Musda,red), tapi saat sidang berikutnya masuk lagi. Tindakan Walk-Out tentu saja berdampak pada hilangnya hak mereka dalam proses pengambilan keputusan di forum,” papar pengusaha ini.
Menurutnya, dari sisi keabsahan forum syarat kuorum Musda telah terpenuhi.
“Kuorum terpenuhi karena dari 26 pemilik hak suara, minimal setengah ditambah satu yaitu 14, dan itu hadir hingga akhir Musda,” jelasnya.
DIa juga menyebut, secara de facto hasil Musda telah diakui pengurus pusat. Hal itu terbukti dari diterimanya surat rekomendasi yang dikeluarkan pengurus daerah untuk kepentingan Seleksi Nasional (Seleknas) atlet U-18 menuju kejuaraan dunia.
“Di dalam surat Seleknas itu disebutkan bahwa atlet harus mendapatkan rekomendasi dari DPD masing-masing. Dan atlet Jawa Barat diterima menggunakan rekomendasi yang saya keluarkan,” ucap Epriyanto.
Pengakuan secara de facto juga terlihat dari komunikasi organisasi di tingkat Kabupaten dan Kota.
“Mereka tetap meminta rekomendasi kepada DPD. Bahkan untuk kegiatan provinsi dan pemanggilan atlet. Itu artinya secara de facto mereka mengakui hasil Musda dan Ketuanya saya,” katanya.
Ke depan, ia berharap seluruh pengurus di 27 Kabupaten dan Kota dapat kembali fokus pada pembinaan olahraga bola basket di Jawa Barat.
“Jangan sampai ada kepentingan personal yang justru merugikan organisasi. Fokus kita meningkatkan prestasi bola basket Jawa Barat. Khusus di PON 2028 kita menargetkan medali emas,” pungkasnya. Joel








