BANDUNG, PelitaJabar – Menghadapi Kejuaraan Tinju Asia April 2026 mendatang, Pertina menetapkan Kota Bandung sebagai tempat Pemusatan Latihan (Pelatnas).
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk KONI Jawa Barat berupa fasilitas dan semangat.
“Kami berterima kasih kepada Ketum KONI Prof Budiana dan Sekretaris Umum Gianto Hartono. Kedua orang itu mendukung penuh, baik dari sisi fasilitas maupun semangat. Tanpa dukungan mereka, saya pikir pelaksanaan Pelatnas tidak mungkin berjalan baik,” jelas Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa Barat, Sugiharto Gandamiharja, Selasa 10 Maret 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penunjukkan Bandung sebagai tempat Pelatnas menurut Sugih panggilan akrabnya. — berawal dari peninjauan Wakil ketua umum PB Pertina, Shely Miranda.
“Ibu Shely mengecek fasilitas kita, mulai dari lapangan, mess atlet, hingga tempat latihan. Setelah dilihat, ternyata dinilai memadai untuk persiapan Pelatnas,” ucap Sugih.
Alasan lain dipilihnya Bandung sebagai pusat Pelatnas karena prestasi petinju Jawa Barat yang cukup menonjol.
“Jabar sampai saat ini memiliki atlet-atlet berprestasi. Dari beberapa kejuaraan terakhir banyak yang juara, sehingga bisa dibilang fasilitas dan kualitas pembinaan di sini termasuk paling baik di Indonesia,” jelas Sugih lagi.
Saat ini, puluhan atlet dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program Pelatnas di Bandung, dan telah menjalani latihan intensif satu minggu lalu hingga April nanti.
“Ada 34 petinju yang ikut Pelatnas. Terdiri dari 21 petinju putri dan 13 petinju putra. Mereka berasal dari berbagai provinsi,” tutur Sugih.
Sementara, salah seorang pelatih asal Jawa Barat Jhohanes Romroman menyebutkan, Pelatnas ini diikuti puluhan atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia.
“Pelatnas ini merupakan persiapan menuju Kejuaraan Asia U-22 dan U-19. Saat ini ada sekitar 34 petinju yang mengikuti latihan, terdiri dari atlet putra dan putri dari berbagai daerah,” kata Johny, panggilan singkatnya.
Dikatakan, terdapat 24 kelas yang akan di pertandingkan. Oleh karena itu, program latihan difokuskan untuk memaksimalkan kesiapan fisik dan teknik serta mental.
“Waktu persiapan menuju kejuaraan sangat singkat cuma satu bulan. Karena itu tim pelatih membagi program latihan ke dalam beberapa tahapan agar kondisi atlet bisa mencapai puncaknya saat pertandingan nanti,” paparnya.
Ajang bergengsi tingkat Asia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 20 April 2026 di Tangerang, Banten.
Selain Jhohanes Romroman terdapat dua pelatih Jabar lainnya yang ikut menangani Pelatnas yaitu Kusdiyono dan Marten Surati. Joel








