Kepuasan Warga Terhadap Pendidikan Nyaris Capai 84 Persen, Faktor Ekonomi Masih Jadi Kendala

- Penulis

Kamis, 23 April 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berdasarkan data skrining CKG di sekolah, dari 148.239 peserta didik yang mengikuti pemeriksaan, 71.433 siswa (48,19 persen) terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa. PJ/Dok

Berdasarkan data skrining CKG di sekolah, dari 148.239 peserta didik yang mengikuti pemeriksaan, 71.433 siswa (48,19 persen) terindikasi memiliki masalah kesehatan jiwa. PJ/Dok

BANDUNG, PelitaJabar – Salah satu lembaga survei merilis, 83,8 persen warga menyatakan puas terhadap layanan pendidikan, menempatkannya sebagai salah satu sektor dengan penilaian tertinggi.

Perubahan tersebut paling terasa pada keseharian siswa, mulai dari ruang belajar, metode pembelajaran, hingga perhatian terhadap aspek non-akademik seperti pendidikan karakter dan kesehatan mental.

Dalam satu tahun terakhir, Pemerintah Kota Bandung memperkuat dukungan terhadap operasional sekolah melalui program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang 2025, Pemkot Bandung mencatat penambahan 7 ruang kelas baru jenjang SD, rehabilitasi 260 ruang kelas, perbaikan 87 toilet, penyediaan 10 sumur bor, serta pembantunan benteng atau tembok batas di 4 SD Negeri dengan total 1.330 m1.

Pada jenjang SMP, penguatan sarana pendidikan dilakukan melalui pembangunan 1 unit sekolah baru, penambahan 16 ruang kelas, rehabilitasi 78 ruang kelas, perbaikan 29 toilet, serta penyediaan 2 ruang ibadah.

Upaya ini berdampak langsung pada peningkatan kenyamanan belajar sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif di kelas.

Dinas Pendidikan Kota Bandung mulai mendorong penguatan pendidikan karakter sebagai bagian dari proses belajar, yang saat ini diterapkan di seluruh SMP Negeri untuk kelas 9.

Selain itu, perhatian terhadap siswa juga diperluas ke aspek kesehatan mental.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan pendidikan.

Di sisi lain, akses pendidikan juga terus diperluas.

Program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga rentan menjangkau sekitar 8.379 siswa SD dan 14.545 siswa SMP, sebagai upaya memastikan tidak ada anak yang terhambat mengakses pendidikan karena faktor ekonomi.

Meski menunjukkan tren positif, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, terutama terkait pemerataan kualitas pendidikan antarwilayah, keterbatasan kapasitas sekolah di kawasan padat penduduk, serta tekanan ekonomi mempengaruhi keberlanjutan pendidikan siswa.

Dinas Pendidikan Kota Bandung mengungkapkan, perubahan yang terjadi saat ini mulai terlihat pada aspek yang paling mendasar dalam pendidikan.

“Yang sekarang mulai dirasakan itu bukan hanya programnya, tapi perubahan di sekolahnya. Dari ruang kelas yang lebih layak, cara belajar yang mulai berubah, sampai perhatian ke kesehatan mental siswa, itu semua mulai dirasakan langsung oleh siswa dan orang tua,” ujarnya.

Ke depan, fokus utama diarahkan pada pemerataan kualitas pendidikan agar manfaatnya dirasakan lebih luas.

“Tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas ini tidak hanya dirasakan di sekolah tertentu. Karena itu kami fokus pada pemerataan kualitas, termasuk penguatan sekolah di wilayah dengan kapasitas terbatas,” tambahnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa sektor pendidikan akan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan kota.

“Perubahan di sektor pendidikan harus dirasakan langsung oleh siswa, bukan hanya terlihat di atas kertas. Karena itu kami memperkuat dukungan ke sekolah, salah satunya melalui BOSDA, agar kebutuhan dasar pendidikan bisa terpenuhi dan proses belajar berjalan lebih baik,” beber Farhan.

Pihaknya memastikan setiap sekolah punya kapasitas untuk berkembang

“Mulai dari kondisi ruang kelas, kualitas pembelajaran, sampai dukungan terhadap siswa, termasuk perhatian pada kesehatan mental yang semakin penting hari ini,” pungkas Farhan. ***

Berita Terkait

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi
Elizabeth Kenalkan “Bloom Benneat The Surface” di JFW 2027

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB