BANDUNG, PelitaJabar – Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih SE meminta kepada para mahasiswa terus bersikap kritis dan tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Terlebih di era teknologi digital dan media sosial, siapapun bisa menjadi “wartawan”.
“Mahasiswa merupakan agen perubahan. Tantangan kedepan makin komplek seperti banyak ujaran kebencian, polarsisasi, penyalahgunaan medsos, disinformasi. Nah kedepan tugas adik adik, tidak menyebarkan hoak, mahasiswa wajib membela negara. Ketika dia menggunakan teknologi informasi, jangan jadi provokator,” tegas Pangdam saat memberikan kuliah umum di UNINUS, Jalan Soekarno Hatta Bandung, Selasa 23 Juni 2026.
Karena itu, melalui belanegara digital, dapat dipahami sebagai praktik kewarganegaraan yang mencakup literasi informasi, penalaran kritis, etika komunikasi, perlindungan data pribadi, partisipasi demokratis, dan inovasi sosial berbasis teknologi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mahasiswa berperan sebagai warga digital kritis, pemeriksa dan penyaring informasi, produsen konten kebangsaan yang inklusif, teladan etika komunikasi publik, pelindung privasi dan keamanan data, serta penggerak inovasi akademik untuk kepentingan masyarakat,” ingatnya.
Yang terpenting saat ini, lanjut jenderal santri ini, intinya dirinya meminta agar terus belajar dan selalu memilah milah informasi.
“Artinya, adik adik mau jadi apa, harus berupaya sendiri. Karena Allah tidak akan mengubah suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya,” ucap Pangdam mengutip salah satu surat dalam Al-quran.
Usai kuliah umum, Kodam III/Slw melakukan Perjanjian Kerjasama dengan pihak UNINUS yang ditandatangani Pangdam III/Slw dan Rektor Prof. Endang Komara M.S.i. ***








