BANDUNG, PelitaJabar – Komisi V DPRD Jabar fokus pada anggaran hibah untuk KONI, KORMI dan NPCI Jawa Barat.
Belum terealisasinya anggaran tahun 2026 ini memicu kekhawatiran. Terlebih pesta akbar seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV tahun 2026 Jawa Barat tinggal beberapa waktu lagi.
Anggota Komisi V DPRD Jabar, Maulana Yusuf Erwinsyah membenarkan keluhan dari ketiga mitra kerja tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Meskipun alokasi anggaran belanja hibah keolahragaan ini secara prinsip telah disetujui Gubernur Jawa Barat, — namun fakta di lapangan menunjukkan, tahapan menuju pencairannya masih jauh dari harapan,” kata Maulana saat Rapat Kerja (Raker) Rabu 24 Juni 2026 di ruang sidang Komisi V Jabar.
Anggaran untuk 2026 yang telah disetujui dirasa prosesnya mandek.
“Masih jauh ke tahap pencairan,” sebut Maulana Yusuf.
Anggota dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan bagaimana urgensi penguatan ini sangat mendesak karena organisasi seperti KONI dihadapkan pada agenda multi-event akbar sekali empat tahunan di tingkat Provinsi.
Dilanjutkan, Porprov Jawa Barat XV, — memerlukan manajemen kepanitiaan, pengadaan logistik, dan Pelatda yang matang.
Sementara KORMI dan NPCI memiliki beban kerja organisasi serta pembinaan atlet yang tidak bisa ditunda.
Dalam rapat dengar pendapat tersebut, pihak Dispora, — belum mampu memberikan kepastian yang jelas mengenai kapan dana hibah tersebut dapat segera ditransfer ke rekening masing-masing organisasi.
Belum munculnya dana hibah akhirnya memaksa roda organisasi berjalan terseok-seok dengan segala keterbatasan fiskal.
“Belum terlihat sebetulnya jawaban dari pihak dinas sendiri apakah akan secepatnya dicairkan. Yang pasti sih tidak ada hal gimana gitu. Kecuali tadi intinya kegiatan-kegiatan organisasi tersebut terus berjalan tanpa bantuan keuangan dari pemerintah yang sudah seharusnya. Terutama untuk KONI yang sebentar lagi akan melakukan Porprov,” tegas Maulana Yusuf.
Berdasarkan data yang dihimpun dalam pertemuan tersebut, total anggaran yang masih tertahan di kas daerah mencapai Rp34 miliar.
Jumlah tersebut terbagi atas alokasi wajib untuk KONI Jabar sebesar Rp20 miliar, NPCI Jabar sebesar Rp10 milar, dan KORMI Jabar senilai Rp4 miliar.
Ketiadaan dana operasional ini dinilai dapat mengancam kualitas penyelenggaraan kompetisi regional tersebut.
Maulana Yusuf juga memberikan peringatan keras kepada Kepala Dispora Jabar agar tidak mengulangi pola manajemen dinas yang buruk seperti yang terjadi pada sektor lain.
Sebagai contoh carut-marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) belakangan ini.
“Kami menolak keras jika ketidakmampuan eksekutif dalam mengeksekusi anggaran berujung pada penurunan prestasi olahraga di Jawa Barat,” pungkasnya. Joel








