BANDUNG, PelitaJabar – Guna meredam lonjakan harga, Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat bergerak cepat menyalurkan Bantuan Pangan Beras sekaligus memperluas jangkauan distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Salah satunya mempercepat distribusi bantuan sosial dan memperluas penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar pencatatan inflasi (Pasar SP2KP) dan pasar tradisional.
Hingga per 2 Juli 2026, realisasi penyaluran komoditas bantuan pangan untuk alokasi
Februari Maret 2026 telah tersalurkan 100 persen atau setara dengan 121.870.600 kg beras dan 24.374.120 liter minyak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada Penerima Manfaat (PBP) Telah sukses diserahterimakan mencapai 99,90 persen, atau menjangkau 6.087.709 orang PBP.
“Kehadiran bantuan ini diharapkan membantu meredam tekanan harga beras yang bergejolak di pasar SP2KP, pasar tradisional maupun ritel modern. Saat ini, sisa penyaluran terus kami maksimalkan agar dampaknya langsung menguatkan daya beli masyarakat,” beber Nurman Susilo, pemimpin Wilayah Bulog Jabar, Sabtu 4 Juli 2026.
Hingga periode berjalan di tahun 2026, realisasi penyaluran beras SPHP di Jawa Barat tembus 44.000 ton atau setara dengan 43.55% dari total target tahunan 2026.
Beras penyeimbang harga ini terus diperluas secara merata melalui berbagai lini distribusi resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan lokal, gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang terintegrasi dengan pemerintah daerah.
“Penyaluran SPHP ini wajib kita perluas agar manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat. Tidak perlu khawatir karena persediaan beras SPHP di gudang-gudang BULOG Jabar masih melimpah,” tambah Nurman.
BULOG Jabar bersinergi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Satgas Pangan Polri, serta jajaran pemerintah daerah untuk memastikan harga tetap stabil.
“Ketersediaan stok beras cadangan pemerintah di gudang BULOG Jawa Barat sangat cukup dan aman, bahkan
hingga tahun 2027, juga kami BULOG, Satgas Pangan Polri, Bapanas dan Pemerintah terus
menjaga stabilitas harga di pasar-pasar.” pungkasnya. ***








