BANDUNG, PelitaJabar – Meski menghadapi berbagai cobaan dan disakiti oleh masa lalunya, namun wanita ini memilih bangkit, dan berjuang menegakkan harga dirinya.
Sinetron terbaru “Wajah Cinta Yang Lain” , kembali menghibur pemirsa setia SCTV. Dinda Kirana sebagai salah satu pemeran utama memerankan sosok perempuan tangguh.
Dinda bermain bersama Oka Antara, Andri Mashadi, Ibrahim Risyad, bersama sejumlah pemain lainnya, turut menghidupkan kisah drama yang memadukan pengkhianatan, balas dendam, hingga perjuangan seorang wanita kuat yang mempertahankan hidupnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Wajah Cinta Yang Lain” dimulai dengan kisah Asti Paramita (Dinda Kirana), seorang perempuan yang percaya dirinya adalah wanita paling beruntung setelah menjalani empat tahun pernikahan yang penuh cinta bersama Bima Arjuna (Andri Mashadi).
Kebahagiaannya semakin sempurna ketika ia mengandung anak pertama yang telah lama dinantikan. Demi mewujudkan impian membangun keluarga, Asti rela meninggalkan bisnis kecantikan yang dirintisnya dari nol dan mempercayakan seluruh tabungannya kepada sang suami.
Namun, tepat di hari jadi pernikahan mereka, seluruh impian itu hancur ketika Asti memergoki Bima sedang bermesraan dengan perempuan lain di sebuah hotel. Pengkhianatan yang selama ini tersembunyi pun terbongkar, menghancurkan kepercayaan Asti terhadap pria yang paling dicintainya.
Belum sempat pulih dari luka batinnya, Asti justru menjadi korban rencana pembunuhan yang mengakibatkan wajahnya rusak parah setelah disiram air keras dan ditinggalkan di tengah hutan dalam kondisi sekarat.
Sebagai sosok wanita yang kuat, dengan sisa tenaga yang dimilikinya Asti berjuang melawan rasa sakit demi menyelamatkan bayi yang sedang dikandungnya.
Perjuangan tersebut justru membawanya pada kecelakaan tragis ketika ia tertabrak mobil yang dikendarai Karen (Aulia Sarah), seorang perempuan ambisius yang memilih meninggalkannya demi menyelamatkan diri.
Setelah kehilangan hampir segalanya, mulai dari wajah, kepercayaan, hingga rumah tangganya, serta nyaris kehilangan buah hati yang menjadi alasan hidupnya, Asti dihadapkan pada pilihan untuk menyerah atau bangkit. Mulai dari titik terendah itulah, perlahan lahir tekad baru yang jauh lebih kuat dari rasa sakitnya. ***








