BANDUNG, PelitaJabar – Andika, Petugas Penjaga Perlintasan Sebidang (JPL) 227 Leuwigoong KM 210+8 petak jalan Karangsari–Cibatu, Kabupaten Garut, mengaku bahagia bertemu Gubernur Jawa-Barat Dedi Mulyadi.
Pasalnya, usai kasusnya viral karena pengeroyokan oleh oknum pengendara, dirinya diundang oleh Kang Dedi, sapaan akrab Gubernur.
“Hatur nuhun pisan pak Gubernur atas pemberian dp rumah,” ucapnya singkat, saat dia dan jajaran PT KAI Daop 2 Bandung diundang Gubernur, Selasa 14 Juli 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas peristiwa tersebut, Kang Dedi tegas meminta pelaku pengeroyokan segera menyerahkan diri.
“Saya minta saudara yang melakukan penganiayaan segera menyerahkan diri. Kalau pun tidak, pasti ditahan dan ditangkap. Hari ini juga saya yakin Polres Garut bisa menangani ini dengan cepat,” tegas Kang Dedi, sapaan akrab Gubernur.
KDM menantang para pelanggar termasuk pengeroyok untuk melintas saat kereta api tiba.
“Kalau mau lewat aja, tapi pas kereta datang. Jangan keretanya belum datang lewat, itu bukan jagoan namanya,” katanya sambil tersenyum.
Dirinya tak habis pikir, masih banyak oknum pengendara yang tidak sadar aturan dan suka melanggar. Padahal sudah benar diingatkan oleh petugas, harusnya sadar.
“Ini cermin ketidakberadaban warga, sudah ditutup masih maksa lewat. Nanti kalau tertabrak, penjaga juga yang diperiksa dan disalahkan,” tambah KDM.
Sementara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Gubernur Jawa Barat beserta jajaran atas perhatian, dukungan, dan atensi penuh terhadap kasus pengeroyokan yang dialami Petugas Minggu (12/7).
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan, dukungan dari Pemprov Jabar merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap para petugas.
“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur Jawa Barat beserta seluruh jajaran yang telah memberikan perhatian dan atensi penuh terhadap peristiwa pengeroyokan yang dialami petugas JPL 227 Leuwigoong. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi seluruh insan KAI yang setiap hari bertugas menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan di perlintasan sebidang,” pungkas Kuswardojo.
KAI Daop 2 Bandung berharap peristiwa ini dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat agar semakin menghargai tugas petugas penjaga perlintasan. ***








