Bojongloa Kaler Kota Bandung Tertinggi di Indonesia Kasus Judol – Pinjol, Salah Siapa?

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto judol tangakapan layar tiktok

Foto judol tangakapan layar tiktok

SATU fakta membuka mata kita semua terhenyak ketika mendengar salah satu kecamatan di Kota Bandung, mendapat julukan tertinggi di Indonesia kasus judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol).

Laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, terdapat 80.549 pemain, dengan jumlah transaksi deposit mencapai Rp 341,7 miliar. Adapun di Kecamatan Bojongloa Kaler ada 5.090 pemain, dengan nilai deposit mencapai Rp 22,3 miliar.

Sementara data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, semester II tahun 2019 jumlah penduduk Bojongloa Kaler mencapai 123.467 jiwa. Tentu saja jumlah tersebut kini terus bertambah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbagai program seperti Kampung Bebas Rentenir yang digaungkan Pemkot Bandung, seolah tak menyentuh masyarakat bawah di wilayah tersebut. Hanya fokus di pemutusan dengan bank emok alias rentenir saja, sementara korban judol dan pinjol terus berjatuhan.

Lalu, bagaimana reaksi Pemerintah Kota Bandung?

Wali Kota Bandung sendiri, Muhammad Farhan merasa prihatin setelah wilayah Bojongloa Kaler masuk dalam daftar daerah dengan tingkat kasus judol tertinggi di Indonesia.

“Saya sangat prihatin. Minggu ini Bojongloa Kaler menjadi perhatian khusus pemerintah. Camatnya pasti saya panggil karena wilayah itu sedang menjadi perhatian,” beber Farhan usai memimpin Apel Mulai Bekerja di Plaza Balai Kota Bandung, Senin 20 Juli 2026.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data dan hasil pemetaan, mayoritas korban judi online berasal dari kelompok masyarakat menengah ke bawah.

“Sebelumnya Kampung Bebas Rentenir fokus memastikan masyarakat tidak lagi bergantung kepada bank emok dan pinjaman ilegal. Sekarang muncul tantangan baru berupa judi online yang mendorong orang kembali terjerat pinjaman,” jelasnya.

Meski beberapa program yang menyasar masyarakat seperti pelatihan calon tenaga kerja yang bekerjasama dengan dinas tenaga kerja terus digulirkan, namun pengguna judol dan pinjol terus bertambah.

Bagaimana tidak, selain untuk memenuhi kebutuhan dasar, judol seolah menjadi mata pencaharian masyarakat. Apalagi diiming imingi kemenangan dengan hadiah fantastis.

Belum lagi harga – harga kebutuhan rumah tangga melonjak tajam, yang pada akhirnya membuat angka kriminalitas ikut meningkat.

Berbagai kasus perampokan dan aksi begal disertai kekerasan di berbagai wilayah Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari-hari.

Tak ayal, Farhan berkoordinasi dengan Polrestabes dan menggencarkan Patroli Kota  Bandung. Hal itu dilakukan untuk menekan angka kriminalitas dan menjaga kenyamanan warga.

Dilihat dari berbagai sisi, harus disadari, akar permasalahan dari kasus diatas adalah minimnya lapangan kerja, sehingga masyarakat mencari jalan pintas, merampok dan membegal.

Lihat saja saat pemerintah muapun swasta membuka job fair atau lowongan kerja. Berapa ribu masyarakat yang barpanas panasan, basah kuyup akibat peluh yang membasahi badan demi mengejar “hidup” demi sesuap nasi, namun berapa persen yang diterima?

Ditambah skill SDM yang minim, disebabkan pendidikan yang hanya sampai di jenjang sekolah Dasar dan Menengah, membuat masalah di Kota Bandung semakin kompleks.

Dibutuhkan political wiil dari pemerintah untuk menutup semua aplikasi dan portal judi online. Pertanyaannya, berani nggak?

Peran anggota dewan, stakeholder terkait bahkan para pengusaha sangat dibutuhkan untuk memberangus maraknya judol dan pinjol.

 

Wallahualam… 

 

Miftahul Akmal, Pemilik Kartu Utama

8253-PWI/WU/DP/II/2026/07/02/76

 

Berita Terkait

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi
Elizabeth Kenalkan “Bloom Benneat The Surface” di JFW 2027

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB