BANDUNG, PelitaJabar – Sukses di Palembang dan Kota Medan, PT Sokonindo Automobile, Agen Pemegang Merek DFSK di Indonesia, kembali melebarkan pangsa pasarnya DFSK E5 Plus di Jawa Barat. Mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin dalam satu sistem terintegrasi.
Teknologi ini memberikan fleksibilitas kepada pengguna untuk memilih tenaga listrik maupun mesin bensin sesuai kebutuhan perjalanan. Filosofi “Electric for Daily, Hybrid for Journey” menjadi dasar pengembangan E5 Plus, dengan tenaga listrik untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan mesin bensin untuk fleksibilitas saat melakukan perjalanan lebih jauh.
“Dengan frame teknologi sekarang, sangat bagus karena untuk sehari-hari bisa pakai EV jadi benar-benar murni di EV. Ditambah kapasitas baterai besar 25,3 kWh, paling besar di kelasnya, bisa menempuh sekitar 140 KM. Teman-teman bisa pakai di Bandung itu cukup, nanti pulang kerumah tinggal di cas,” beber Cing Hok Rifin, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, saat Lounching DFSK E5 di Summarecon Bandung, Selasa 8 September 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, tambahnya untuk sekali charging DFSK E5 Plus bisa menempuh perjalanan ke Lombok tanpa pengisian.
“Untuk weekend, traveling atau glemping keluar, kalau dihitung Full Camshaft juga sangat murah, 1 KM sekitar Rp 250 ada QR HV dan sistem Hybridnya. Menurut saya, teknologi makin maju juga ongkos produksinya bisa di cut, biasa kan harga mencapai Rp 1 hingga Rp 2 miliar, sekarang dibawah Rp 500 juta,” ungkap Cing Hok Rifin.
DFSK menghadirkan kesempatan istimewa untuk memiliki DFSK E5 Plus dilengkapi dengan fitur captain seat yang mewah pada baris kedua. Fitur-fitur unggulan pada captain seat dan interiornya meliputi dengan harga spesial Rp498 juta OTR Bandung selama periode pameran.
Pengembangan E5 Plus sebagai kendaraan premium juga didukung oleh kapabilitas manufaktur DFSK di Indonesia. Pabrik Sokonindo di Cikande, Serang, Banten, telah menerapkan konsep Manufacturing 4.0 dengan teknologi otomasi dan robotik di berbagai tahapan produksi.
DFSK juga terus memperkuat sistem quality control melalui End-of-Line (EOL) inspection dan proses final check yang terintegrasi. Penguatan proses produksi dan quality control ini menjadi bagian dari upaya DFSK menjaga standar kendaraan yang dipasarkan kepada konsumen.
Kapabilitas manufaktur Sokonindo juga telah mendukung kebutuhan pasar internasional. Prototype dari fasilitas produksi di Indonesia telah diekspor ke Vietnam, sementara produk DFSK Super Cab telah dipasarkan ke kawasan Timur Tengah.
Selama pameran pihaknya mentargetkan 30 Surat Pemesanan Kendaraan.
“Hingga akhir tahun kami mentargetkan 1000 unit DFSK DFSK E5 Pluslaku terjual di Indonesia. Kami optimis, dengan teknologi yang diusung dan price yang terjangkau, target tersebut akan tercapai,” ucapnya.
Sementara , Eddy Tjoa, Owner PT Siloam Motor, menilai E5 Plus memiliki peluang kuat di Bandung, seiring kebutuhan konsumen terhadap kendaraan yang mampu memberikan kenyamanan sekaligus fleksibilitas.
“Orang Bandung itu senang jalan-jalan saat akhir pekan atau liburan, apalagi banyak destinasi menarik di sekitar Bandung dan Jawa Barat. E5 Plus menurut kami sangat cocok untuk gaya hidup seperti ini. Kami melihat E5 Plus punya potensi besar di Bandung,” pungkas Eddy Tjoa singkat.
So, tunggu apalagi, segera kunjungi dealer terdekat atau langsung ke Summarecon Mall sekarang. ***








