Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dan Pembatasan berskala besar (PSBB) oleh pemerintah, berdampak terhadap ketidakpastian ekonomi.
Kondisi demikian menyebabkan kegiatan produksi menurun, hingga beberapa dunia usaha mengalami pemberhentian.
Yang sangat terasa, sektor manufaktur, hingga berpengaruh signifikan terhadap sektor-sektor lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara teori, penawaran agregat, atau dikenal juga sebagai outpot total, adalah penawaran barang dan jasa yang di produksi dalam suatu perekonomian pada harga keseluruhan tertentu dalam periode tertentu.
Dengan keadaan ekonomi saat ini yang melanda Indonesia bahkan dunia permintaan, produksi menurun.
Kegiatan perencanaan produksi dimulai dengan melakukan peramalan – peramalan (forecast) untuk mengetahui terlebih dahulu apa dan berapa yang perlu diproduksikan pada waktu yang akan datang.
Peramalan produksi bermaksud untuk memperkirakan permintaan akan barang – barang atau jasa perusahaan. Tetapi hampir semua perusahaan tidak dapat selalu menyesuaikan tingkat produksi mereka dengan perubahan permintaan nyata.
Oleh karena itu, perusahaan mengembangkan rencana – rencana rasional yang menunjukan bagaimana mereka akan memberi tanggapan terhadap pasar.
COVID-19 telah menyebabkan guncangan permintaan dan penawaran bagi perekonomian.
Suatu perusahaan dapat menentukan pilihan produksinya dengan beberapa cara diantaranya meragamkan ukuran tenaga kerja, meragamkan tingkat produksi, mengubah tingkat persediaan, subkontrak dan penggunaan karyawan paruh waktu.
Strategi perencanaan agregat dapat dibagi menjadi 2 tahap yaitu tipe strategi pilihan kapasitas dan tipe strategi pilihan permintaan.
Berikut ini penjelasan dari dua strategi perencanaan agregat yaitu:
Tipe Strategi Pilihan Kapasitas
Meragamkan Ukuran Tenaga Kerja.
Meragamkan ukuran tenaga kerja melalui cara memberhentikan atau mengaryakan tenaga kerja, untuk menyesuaikan tingkat produksi.
Karyawan baru membutuhkan pelatihan agar mereka lebih terbiasa. Pemberhentian dapat menurunkan moral para pekerja dan produktivitas menjadi lebih rendah.
Meragamkan Tingkat Produksi
Meragamkan tingkat produksi melalui cara lembur atau waktu kosong.
Saat permintaan sedang tinggi, terdapat batasan lembur yang bisa dilakukan. Upah lembur membutuhkan banyak uang dan terlalu banyak lembur dapat membuat titik produktivitas kerja dapat menurun atau merosot.
Mengubah Tingkat Persediaan
Manajer bisa meningkatkan persediaan selama periode permintaan rendah yang digunakan untuk memenuhi permintaan yang tinggi di masa yang mendatang. Jika strategi tersebut yang dipilih, maka biaya lainnya akan meningkat.
Pada saat perusahaan masuk masa permintaan yang terus meningkat, maka kekurangan bisa saja terjadi.
Subkontrak
Subkontrak ini memiliki beberapa kekurangan, diantaranya risiko dengan membuka pintu klien bagi pesaing dan sering susah mendapatkan pemasok subkontrak yang sempurna, dan selalu dapat mengirimkan produk bermutu tepat waktu.
Penggunaan Karyawan Paruh Waktu
Karyawan paruh waktu dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja yang tidak terampil.
Tipe Strategi Pilihan Permintaan
Dasar di dalam pemilihan permintaan, dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu tunggakan pesanan selama periode permintaan tinggi, mempengaruhi permintaan dan bauran produk yang counterseasonal.
Berikut ini penjelasan dari beberaa cara tersebut yaitu:
Tunggakan Pesanan Selama Periode Permintaan Tinggi.
Tunggakan pesanan adalah pesanan yang diterima oleh perusahaan, namun tidak mampu untuk segera dipenuhi.
Banyak perusahaan melakukan tunggakan pesanan tapi pendekatan tersebut malah sering mengakibatkan hilangnya penjualan.
Mempengaruhi Permintaan
Pada saat permintaan sedang rendah, perusahaan mencoba agar meningkatkan permintaan melalui beberapa cara, misalnya iklan, potongan harga, promosi dan lainnya.
Bauran Produk yang Counterseasonal
Teknik penghalusan yang luas dan digunakan oleh para manufaktur, yaitu mengembangkan bauran produk terdiri dari barang counterseasonal.
Perusahaan yang mengikuti pendekatan ini dapat melibatkan diri dengan produk luar yang merupakan target pasar. ***