Manfaat “Growth Mindset” Dalam Manajemen Sekolah

- Penulis

Jumat, 12 Januari 2024 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GROWTH Mindset (pola pikir berkembang) adalah suatu sikap mental yang percaya bahwa kemampuan dapat ditingkatkan melalui usaha dan latihan terus-menerus.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikolog Carol Dweck yang merujuk pada pandangan bahwa kemampuan dan bakat tidak bersifat tetap, tetapi dapat berkembang melalui usaha, belajar, dan ketekunan.

Seseorang dengan growth mindset percaya bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Mereka meyakini, kegagalan merupakan peluang untuk belajar dan tumbuh menjadi lebih baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka juga berpikir bahwa kesuksesan bukanlah sekadar hasil dari bakat dan keberuntungan, melainkan hasil kerja keras serta dedikasi yang konsisten dan persisten.

Growth mindset juga merupakan pola pikir yang percaya bahwa kemampuan serta kecerdasan dapat dikembangkan melalui upaya keras, pengalaman, dan pembelajaran.

Dalam manajemen sekolah, growth mindset memiliki peran penting dalam memotivasi guru dan peserta didik untuk mencapai potensi penuh mereka.

Dengan keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat ditingkatkan melalui kerja keras, ketekunan, dan pembelajaran. Ini melibatkan kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan baru.

Keuntungan growth mindset bagi guru dan peserta didik dapat meningkatkan motivasi; membantu meningkatkan motivasi guru dan peserta didik karena mereka percaya bahwa usaha keras akan menghasilkan kemajuan dan sukses.

Kreativitas dan inovasi; dengan growth mindset, guru dan peserta didik lebih cenderung berani bereksperimen, berpikir kritis, dan mencari solusi baru yang inovatif dan ada peningkatan belajar.

Growth mindset mendorong guru dan peserta didik untuk terus belajar serta mengembangkan keterampilan yang pada akhirnya meningkatkan hasil belajar.

Dalam implementasi growth mindset di lingkungan sekolah dapat terlihat dalam peran kepemimpinan sekolah yang harus mempromosikan dan mendukung adopsi growth mindset dalam semua aspek manajemen sekolah.

Membangun budaya pembelajaran kolaboratif dengan mendorong peserta didik untuk saling belajar dan bertumbuh bersama serta penilaian proses yang penekanan pada penilaian yang berpusat pada proses belajar dan upaya peserta didik, bukan hanya hasil akhir.

Adapun cara mengembangkan growth mindset dalam manajemen sekolah dapat dimulai dari:

1. Peningkatan kemampuan dengan mengadakan pelatihan dan workshop untuk guru dan staf sekolah dalam pengembangan growth mindset.

2. Diskusi dan pemecahan masalah, dapat mendorong diskusi dan kolaborasi antara guru dan peserta didik dalam menyelesaikan tantangan dan masalah.

3. Peningkatan kesempatan belajar, memberikan peserta didik kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan yang menantang, yang memperluas wawasan dan keterampilan mereka.

Tantangan dalam menerapkan growth mindset, antara lain adanya Perubahan Mindset.

Growth mindset tidak berkembang secara instan, melainkan memerlukan waktu dan upaya yang konsisten untuk mengubah pola pikir yang sudah terbentuk. Resistensi terhadap Kegagalan, menerima kegagalan sebagai bagian dari proses belajar bisa menjadi tantangan bagi guru dan peserta didik yang terbiasa dengan pola pikir tetap.

Pembentukan Budaya Sekolah, membangun budaya sekolah yang mendukung dan mempromosikan growth mindset memerlukan komitmen dan kerja sama dari seluruh staf dan peserta didik.

Dengan demikian, growth mindset dalam manajemen sekolah diperlukan waktu untuk prosesnya dan usaha yang konsisten sehingga percaya pada potensi, dimana growth mindset memungkinkan guru dan peserta didik percaya pada kemampuan mereka untuk tumbuh dan berkembang.

Keberanian untuk menghadapi tantangan, dengan growth mindset, mengajarkan pentingnya menghadapi tantangan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh serta mempunyai komitmen terhadap pembelajaran seumur hidup. Sehingga, growth mindset dapat mendorong guru dan peserta didik untuk terus belajar dan mengembangkan diri sepanjang hidup. ***

Komentari

Berita Terkait

Kuatkan Nilai Kebersamaan, Pos Tebar Ratusan Paket Takjil
Bandung Masih di Persimpangan Jalan
Bojongloa Kaler Kecamatan Kemiskinan No 1, Dewan Minta Kerjasama Semua Pihak
Saat Musrenbang, Edwin Sebut Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan
Berikut Spesifikasi New Veloz Hybrid EV dan Harganya
Tingkatkan Daya Saing Global, USB YPKP Gaet Perusahaan Konstruksi ROY Jepang
Lebih 5 Tahun, Pokja PWI Kota Bandung Konsisten Bagikan Ratusan Takjil
Okupansi Capai Hampir 50 Persen, Tiket Lebaran Masih Ready

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 17:07 WIB

Kuatkan Nilai Kebersamaan, Pos Tebar Ratusan Paket Takjil

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:18 WIB

Bandung Masih di Persimpangan Jalan

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:00 WIB

Bojongloa Kaler Kecamatan Kemiskinan No 1, Dewan Minta Kerjasama Semua Pihak

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:46 WIB

Saat Musrenbang, Edwin Sebut Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:44 WIB

Berikut Spesifikasi New Veloz Hybrid EV dan Harganya

Berita Terbaru

PT Pos Property Indonesia, membagikan ratusan paket takjil. PJ/Mal

FEATURED

Kuatkan Nilai Kebersamaan, Pos Tebar Ratusan Paket Takjil

Jumat, 27 Feb 2026 - 17:07 WIB

FEATURED

Bandung Masih di Persimpangan Jalan

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:18 WIB

PT TAM resmi meluncurkan New Veloz Hybrid EV di Paskal Hyper Squere Bandung, Rabu (25/2). Selama pameran, Mobil tersebut dibandrol mulai Rp 303juta. PJ/Mal

FEATURED

Berikut Spesifikasi New Veloz Hybrid EV dan Harganya

Rabu, 25 Feb 2026 - 21:44 WIB