Karena Jabar Prevalensi Stunting Nasional di Bawah 20 Persen

- Penulis

Rabu, 18 Juni 2025 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengungkapkan,berkat Jabar, prevelensi stunting secar nasional menjadi dibawah 20 persen.

“Dari 284 juta penduduk Indonesia, Jabar terbesar hampir 50 juta. Kalau mau menyelesaikan stunting, maka urusi Jawa Barat. Insha Allah akan mengurangi se-Indonesia. Karena itu, saya hari ini ke Jawa Barat,” terang Wihaji disela peluncuran Gerakan Sehat dan Atasi Stunting (Sehati) di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa 18 Juni 2025.

Dengan hasil prevalensi stunting Jabar sebesar 5,8 persen, berhasil menurunkan prevalensi nasional dari 21,5 persen menjadi 19,8 persen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini kali pertama dalam sejarah prevalensi stunting Indonesia berada di bawah 20 persen. Jabar berpengaruh terhadap prevalensi stunting se-Indonesia. Prevalensi Jawa Barat sekarang sudah 15,9 persen. Jadi, di bawah rata-rata nasional. Semoga ini menjadi inspirasi dengan provinsi-provinsi lain,” tambah Wihaji.

Adapun capaian 2024 sebesar 19,8 persen masih di bawah target nasional sebesar 18 persen.

Jawa Barat berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 21,7 persen menjadi 15,9 persen. Penurunan ini berdampak besar pada penurunan prevalensi stunting secara nasional.

Gerakan Sehati lahir untuk mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), salah satu quick wins Kemendukbangga/ BKKBN. PT Perkebunan Nusantara 1 (PTPN 1) sendiri menjadi orang tua asuh bagi 200 keluarga berisiko stunting (KRS) di sekitar perkebunan.

“KRS yang akan dibantu adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta atau KRS dalam periode 1000 hari pertama kehidupan. Kenapa baduta, karena setelah dua tahun kalau stunting susah disempurnakan. Tapi kalau aman (selama dua tahun), berarti ke depan aman,” ujarnya.

“Karena itulah hari ini saya bersama stakeholders, Pak Wakil Gubernur, Ibu Bupati Bandung, Pak Wakil Bupati, Pak Dirut, Pak Direktur bersama-sama untuk melakukan kerja pentahelix supaya nanti prevalensi stunting-nya zero,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini
Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang
Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola
Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis
Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang
Pengguna Tak Perlu Pusing, LEPAS Care Hadirkan Perlindungan Hingga 10 Tahun
Perluas Pasar UMKM, Farhan Dorong Daerah Perkuat Kolaborasi
VinFast VF MPV 7 Sabet Favorite Passanger Car MPV di GIIAS Bandung 2026

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 22:28 WIB

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 September 2026 - 17:51 WIB

Robotic Navigation Spine Surgery, Cara Baru Atasi Keluhan Tulang Belakang

Kamis, 17 September 2026 - 14:32 WIB

Perluas Bisnis, GIFS Lucurkan Pengangkutan Sampah Berbasis PastiKlola

Kamis, 17 September 2026 - 11:12 WIB

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 18:28 WIB

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Berita Terbaru

Warga Kota Bandung diimbau hindari ruas jalan ini karena terdapat ajang lari Pocari Sweat Run 2026 di Bandung.

FEATURED

Ga Mau Kejebak Macet, Hindari Ruas Jalan Ini

Kamis, 17 Sep 2026 - 22:28 WIB

Ratusan jamaah Masjid Agung Bandung, mengirimkan doa untuk para jurnalis. PJ/Dok

FEATURED

Ratusan Jamaah Masjid Agung Bandung Doakan Jurnalis

Kamis, 17 Sep 2026 - 11:12 WIB

XLSMART menghadirkan Jaringan 5G SMARFREN di Palembang. PJ/Dok

DAERAH

Jaringan 5G SMARTFREN Jangkau Palembang

Rabu, 16 Sep 2026 - 18:28 WIB