DPKP Catat 9.000 Unit Rutilahu & 280 Hektare Kawasan Kumuh

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu rumah yang mendapat bantuan Rutuilahu oleh DPKP Kota Bandung. PJ/Dok

Salah satu rumah yang mendapat bantuan Rutuilahu oleh DPKP Kota Bandung. PJ/Dok

BANDUNG, PelitaJabar – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung mencatat, terdapat 9.000 unit rumah tidak layak huni dan sekitar 280 hektare kawasan kumuh yang membutuhkan penanganan bertahap.

“Kita laporkan progres penanganan setiap triwulan ke kementerian. Harapannya, hingga 2029 seluruh 9.000 rumah tidak layak huni terselesaikan, dan kawasan kumuh yang luasnya 280 hektare bisa terus berkurang,” jelas Kepala DPKP Kota Bandung, Luthfi Firdaus di Balai Kota Bandung, Senin 1 Desember 2025.

Sementara terdapat beberapa lokasi yang belum dapat diintervensi karena persoalan legalitas. Seperti status lahan non-hak milik atau berada di tanah milik pemerintah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di lapangan ada juga kendala. Misalnya rumah berada di lahan yang belum jelas status kepemilikan. Itu tidak bisa kita perbaiki karena tidak sesuai ketentuan,” tegas Luthfi.

Dia melaporkan, sepanjang tahun 2025,  resmi menuntaskan 1.785 unit perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

“Hingga 1 Desember ini sudah ada 1.785 unit Rutilahu yang berhasil direalisasikan. Ini progres 100 persen untuk program Rutilahu DPKP tahun 2025,” beber Luthfi

Unit yang sudah diperbaiki tahun ini tersebar di sekitar 25 kecamatan di Kota Bandung. mencakup berbagai kategori kerusakan.

Setiap unit Rutilahu menerima bantuan Rp25 juta. Selain dari APBD, program tahun 2025 juga didukung mitra seperti BSPL Pemerintah Pusat: 111 unit, CSR Yayasan Budha Suci: komitmen 500 unit (progres 250 unit) dan kolaborasi CSR perusahaan dan lembaga lainnya.

“Bantuan pusat dan CSR sangat membantu memperluas jangkauan perbaikan. Tanpa kolaborasi, capaian ini sulit diwujudkan,” tambahnya.

Total anggaran DPKP diperkirakan kisaran Rp240 miliar, turun dari sebelumnya sekitar Rp260 miliar.

“Walaupun anggaran kita mengalami efisiensi, Rutilahu tetap prioritas. Target minimal sama seperti tahun ini, sekitar 1.800 sampai 2.000 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkasnya. ***

Berita Terkait

Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12
Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:38 WIB

Ikut Jejak Sahwan, Ari Raih Virtual Give Tertinggi, Tazir Tersenggol Top 12

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB