BANDUNG, PelitaJabar – Pengamat politik Rocky Gerung menyebut Indonesia mengalami pembusukan ekonomi. Menurutnya, paradoks antara pencitraan (public relation) dan realitas seperti promosi “Prabowonomics” di forum internasional justru dibarengi dengan hukuman dari pasar keuangan global akibat dugaan manipulasi data.
“Potensi kita mengalami crash. Secara real, kita mengalami pembusukan dalam ekonomi,” tegas Rocky saat kuliah umum di Universitas Sangga Buana YPKP (USB) Bandung Kamis 29 Januari 2026.
Sementara Mantan Menteri Kehutanan era SBY, MS. Kaban, menyebut kondisi alam Jawa Barat berada pada posisi ‘disaster’ atau bencana, dengan tutupan hutan yang hanya tersisa 19% dari ideal 30%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kondisi alam Jawa Barat adalah bencana. Pengelolaan sistem alam kita sudah babak belur. Yang akan menjalani suasana babak belur itu adalah generasi muda ini,” tegas Kaban.
Menurutnya, luas hutan Indonesia yang semula 137 juta hektar (2009-2014) menyusut drastis menjadi hanya 110 juta hektar dalam 10 tahun terakhir.
“Yang 27 juta hektar digunakan untuk apa? Apakah masyarakat tahu?” tanyanya.
Dia mengkritik keras praktik tambang liar, seperti di Sumatera Utara yang menelan ratusan korban jiwa, serta kebijakan pemerintah yang dinilai kontradiktif.
Sedangkan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyoroti kriminalisasi kebebasan berpikir.
Dengan menunjukkan buku “Jokowi’s White Paper”, ia menyatakan mengkriminalisasi pemikiran adalah pertanda demokrasi ‘sontoloyo’.
“Kalau ada pemerintahan yang masih mengkriminalkan orang berpikir, pasti negara itu demokrasinya sontoloyo,” ujarnya.
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo sendiri memperingatkan persaingan sumber daya global akan makin sengit akibat ledakan penduduk dunia.
“Apakah generasi muda akan menjadi pewaris Republik atau “budak bangsa asing”,” tanyanya.
Acara dibuka Rektor USB YPKP Bandung, Dr. Didin Saepudin dengan tema “Menuju Indonesia 2045, Anak Muda, Demokrasi dan Pertahanan Bangsa”, menjadi bagian Inaugurasi REVOSA 2025 ini menekankan tanggung jawab besar generasi muda dalam merawat masa depan bangsa. ***









