BANDUNG, PelitaJabar – Walikota Bandung, Muhammad Farhan menawarkan penyelesaian yang membelenggu para pekerja kebun binatang selama ini.
Farhan memberikan empat solusi antara lain keberlangsungan pekerja, penyelamatan sumber air dan kawasan lindung, penyelamatan lahan dan pelestarian warisan sejarah.
Empat skema yang diusulkan Farhan mencakup hal-hal yang diinginkan karyawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi para pekerja, keberlangsungan bekerja di tempat yang sama merupakan suatu yang layak diperjuangkan.
Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i mengatakan, setelah perwakilan karyawan bertemu dengan tim yang diutus walikota mulai menemui titik terang.
“Kami sudah bertemu dengan utusan walikota untuk mengambil solusi setelah Bandung Zoo ditutup”, kata Sulhan, Selasa 3 Maret 2026.
Menurutnya, selama ini ada sejumlah halangan dalam berkomunikasi dengan walikota karena beberapa pihak terkait tidak sungguh-sungguh membawa pesan walikota.
“Itulah yang membuat para pekerja tidak nyaman dalam berkomunikasi dengan pemerintah. Banyak hal yang tidak tersampaikan dengan jelas. Akhirnya kami meminta satu pintu untuk penyelesaian Bandung Zoo”, tambahnya
Oleh karena itu, Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD) sebagai wadah karyawan Bandung Zoo mengapresiasi solusi yang ditawarkan Walikota.
Persoalan Bandung Zoo menyangkut banyak aspek, baik politik, sosial, ekonomi dan juga konservasi.
“Jadi penyelesaian harus menyeluruh karena kalau tidak apik, langkah penyelesaian Bandung Zoo akan meninggalkannya persoalan yang menggantung,” pungkasnya.
Seperti diketahui Bandung Zoo memiliki koleksi 711 satwa dan harus tetap terjaga dengan baik.
Sebanyak 123 pekerja berkomitmen melakukan aktivitas seperti biasa untuk menjaga kesejahteraan satwa. ***








