BANDUNG, PelitaJabar – Angka buta aksara Al-Qur’an di Indonesia cukup tinggi, berkisar antara 58 persen hingga 72 persen dari populasi muslim. Guna menekan jumlah tersebut, dibutuhkan kolaborasi semua pihak guna mencetak para pembaca al-quran di seluruh nusantara.
“Kayaknya belum menyebar aja ya, ibarat dakwah yang masih banyak terpusat di kota-kota besar. Sedangkan Indonesia kan lebih luas dari sebagian negara yang lain, terpisah-pisah sama lautan pulau juga, walaupun terbantu sama internet, tapi selain ngajarin kebaikan, juga bikin orang pengin ngaji jadi tantangan tersendiri,” papar Ustadz Dennis Lim, usai berceramah di event Gerakan Sejuta Quran yang digagas Gramedia, di Masjid Al-Jabbar Sabtu 7 Maret 2026.
Mengusung tema “Tebarkan Cahaya Al-Quran,” ustadz Dennis mengingatkan, tugas kita semua adalah hanya mengingatkan saja, bukan memberi hidayah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kabar baiknya kita meninggal tidak ditanya berapa orang yang kamu sholehin, tugas kita innama anta muzakkir, tugas kita hanya ingetin. Jadi dakwah itu baru akan berat kalau kita mewajibkan orang jadi sholeh gara-gara kita. Orang jadi dan nggak soleh semuanya karena Allah. Jadi jangan ragu untuk berdakwah ya,” tegasnya.
Gerakan Sejuta Quran bertujuan mengentaskan buta aksara, tidak hanya di perkotaan saja, namun diharapkan mampu menjangkau pelosok Indonesia.
Gramedia berharap, langkah awal yang dilakukan ini bisa menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk juga daerah bencana seperti di Aceh.
“Masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan Al-Quran ya, makanya kami Gramedia mempunyai inisiatif mengadakan program ini, tentunya berkolaborasi dengan Lazismu dan pihak lainnya,” ujar Iwan Hermawan, Ketua Umum Acara Gerakan Sejuta Quran.
Sementara Ibnu Sani Direktur Utama Lazismu mengatakan, pihaknya mentargetkan ke seluruh Indonesia. Namun yang baru tersalurkan di pulau Jawa Kalimantan, Lampung dan kawasan korban bencana.
“Jadi ini memang bukan program pertama wakaf al-quran ini. Kami punya program khusus namanya pilar sosial dakwah. Untuk di Kota Bandung, ada 2000 quran yang disalurkan. Ini program jangka panjang dengan Gramedia, dan kita komitmen mengawal hingga satu juta alquran,” pungkas Ibnu. ***








