Industri Manufaktur di Kota Bandung Stagnan, Fashion Muslim Merangkak Naik

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat press conference HijabFest 2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu, (7/3). PJ/Dok

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat press conference HijabFest 2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu, (7/3). PJ/Dok

BANDUNG, PelitaJabar – Meski industri manufaktur stagnan, namun pertumbuhan fashion muslim di Kota Bandung terus tumbuh.

Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, pertumbuhan sektor manufaktur di Kota Bandung sangat rendah.

“Berdasarkan data BPS, tingkat pertumbuhan sektor manufacturing di Kota Bandung hanya sekitar 0,01 persen. Artinya pabrik di Kota Bandung tidak berkurang, tetapi juga tidak bertambah,” jelas Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat press conference HijabFest 2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu 7 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, ekosistem industri fesyen muslim di Kota Bandung telah berkembang dari skala kecil hingga produksi massal.

Kota Bandung memiliki rantai ekosistem yang cukup lengkap dalam pengembangan modest fashion, mulai dari kreativitas desain, pelaku konveksi, hingga pasar yang kuat.

“Untuk Kota Bandung, memang ada dua bentuk fashion yang ingin kita dorong. Pertama adalah modest fashion atau yang kita kenal dengan baju muslim dan muslimah. Kreativitas dan skala produksi Kota Bandung untuk modest fashion ini dari yang paling niche sampai yang paling massal semuanya ada di Kota Bandung,” paparnya.

Ekosistem tersebut, tambah Farhan membuat Bandung memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri fesyen muslim nasional.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperbaiki, terutama terkait inovasi desain dan pemilihan bahan.

“Secara bisnis buat Kota Bandung, bahannya impor tidak masalah. Yang penting konveksinya di Kota Bandung, desainnya di Bandung, brand-nya dari Bandung, kantor pusatnya di Bandung, dan NPWP-nya beralamat di Kota Bandung,” ujarnya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menyebut Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri halal.

“Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, UMKM, dan akademisi sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian syariah dan industri halal di Jawa Barat,” pungkas Erwan. ***

Berita Terkait

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam
SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’
11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026
Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027
Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat
Warga Kampung Datarkadak Tasikmalaya Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih
Sumedang Gelar e-Voting di 92 Desa, Langkah Nyata Kesuksesan Digitalisasi
Elizabeth Kenalkan “Bloom Benneat The Surface” di JFW 2027

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:31 WIB

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 November 2026 - 15:30 WIB

SDN 069 Cipamokolan Derwati Juara Umum Pramuka Kwarran, Ini Ungkapan Para ‘Champions’

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:43 WIB

11 Tim Putra dan 5 Putri Perebutkan Juara Nasional di Axis Nation Cup 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Cetak “Hattrick” Komisi V Dukung PWI Jabar Kembali Rebut Juara di Porwanas 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Dibantu Crew, Penumpang KA Yogyakarta–Cipendeuy Melahirkan dengan Selamat

Berita Terbaru

Pangdam III/Slw Mayjen TNI Kosasih berpose bersama Kabakengdam dan prajurit usai meresmikan Saung Kosasih. PJ/Dok

FEATURED

Saung Kosasih, Ruang Keluarga Besar Bekangdam

Minggu, 1 Nov 2026 - 20:31 WIB