BANDUNG, PelitaJabar – Sekretaris Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung, Djumono, mengungkapkan lahirnya tagline “Bangkit Lawan Menangkan” berawal dari sebuah kegelisahan dan pemikiran untuk menghadirkan slogan yang mampu menjadi sumber motivasi bagi organisasi.
Tagline tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi atlet, pelatih, dan pengurus NPCI Kota Bandung periode 2024-2029 dalam menghadapi berbagai tantangan pembinaan olahraga disabilitas.
Menurut Djumono, filosofi dari tagline “Bangkit Lawan Menangkan” memiliki makna mendalam, yakni bagaimana mengubah setiap kegagalan menjadi kekuatan baru dengan membangun mentalitas tangguh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nilai tersebut menjadi dorongan agar seluruh insan NPCI Kota Bandung mampu terus berjuang, memperbaiki diri, dan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai motivasi untuk meraih keberhasilan.
“Tagline ini muncul dari sebuah kegelisahan, bagaimana kita memiliki sebuah slogan yang bisa menyatukan semangat atlet, pelatih, dan pengurus. Bangkit Lawan Menangkan adalah pesan bahwa setiap tantangan harus dihadapi dengan keyakinan dan kerja keras,” ujar Djumono Jumat 26 Juni 2026.
Kehadiran tagline tersebut mendapatkan respons positif dari seluruh jajaran NPCI Kota Bandung.
“Alhamdulillah, semua menyambut dengan senang dan memahami filosofi dari tagline ini. Harapannya, slogan ini tidak hanya menjadi tulisan, tetapi benar-benar menjadi energi positif yang diterapkan dalam setiap kegiatan NPCI Kota Bandung,” katanya.
Djumono menjelaskan, momentum Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII tahun 2026 menjadi salah satu target besar bagi NPCI Kota Bandung untuk membuktikan semangat dari tagline tersebut.
Setelah dua pelaksanaan Peparda sebelumnya belum berhasil meraih predikat juara umum, NPCI Kota Bandung bertekad bangkit dan kembali bersaing menjadi yang terbaik.
“Peparda VII 2026 menjadi momentum bagi kami untuk bangkit. Tagline Bangkit Lawan Menangkan harus menjadi spirit bersama agar NPCI Kota Bandung mampu merebut kembali juara umum dan menunjukkan hasil terbaik dari proses pembinaan yang dilakukan,” tuturnya.
Semangat tersebut, mulai dirasakan memberikan dampak positif terhadap suasana internal organisasi.
“Yang paling penting adalah membangun satu visi dan satu tujuan. Semua elemen harus bergerak bersama, karena prestasi tidak bisa diraih hanya oleh satu pihak, tetapi membutuhkan kekuatan bersama antara atlet, pelatih, dan pengurus,” pungkasnya.
Slogan tersebut diharapkan menjadi identitas perjuangan sekaligus pengingat bahwa setiap proses menuju prestasi membutuhkan keberanian, kerja keras, dan mental juara. Joel








