BANDUNG, PelitaJabar – Meski Triwulan I-2026, kondisi perekonomian daerah tumbuh solid sebesar 5,79% (yoy) dengan tingkat inflasi di kisaran sasaran 2,5 persen, namun Triwulan II-2026, industri perbankan nasional dihadapkan pada tantangan moneter baru, termasuk kenaikan BI Rate per Juni 2026 menjadi 5,75% (mengerek BI Rate Lending Facility ke posisi 6,50%) serta fluktuasi nilai tukar Rupiah.
Kondisi ini memicu sebagian besar calon pembeli properti mengambil sikap menahan diri (wait and see) akibat lonjakan cicilan di masa depan.
“Namun target di bisnis properti hingga akhir tahun Rp 1,3 triliun. Jika ada kenaikan dari tahun lalu yaitu 17 persen. Kenapa target kita tinggi, karena Jawa-Barat merupakan populasi tertinggi se Indonesia,” beber Regional Consumer Banking Head BRI RO Bandung, Rindra Setyawan, saat Media Gathering di Bandung, Jumat 3 Juli 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk itu pihaknya fokus kepada pembeli dan penjual.
“Artinya, kita disini benar-benar melihat developernya, harus qualified, terpercaya. Karena yang menjadi persoalan adalah begaimana menjaga kualitas properti, karena banyak kejadian rumah baru dihuni sebentar sudah retak atau rusak, ini yang membuat konsumen tidak melanjutkan cicilannya,” papar Rindra.
Karena itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office 09 Bandung, melalui strategi bisnis yang adaptif dan pruden, meluncurkan solusi inovatif berupa program KPR Suku Bunga Berjenjang guna menjaga keterjangkauan cicilan bagi konsumen di era yang menantang ini.
BRI berfokus menghadirkan kepastian bagi nasabah melalui struktur produk KPR yang kompetitif dan terencana.
”Kami memahami tantangan daya beli yang dihadapi masyarakat saat ini. Oleh karena itu, melalui program KPR Suku Bunga Berjenjang, BRI memberikan kepastian arus kas bagi nasabah sejak awal masa pinjaman, sehingga mereka dapat melakukan perencanaan keuangan jangka panjang tanpa perlu cemas terhadap fluktuasi suku bunga pasar,” ujar Rindra Setyawan.
Hingga Triwulan II-2026, portofolio bisnis konsumer BRI RO Bandung tetap menunjukkan pertumbuhan yang sehat dengan total Outstanding (OS) mencapai Rp19,3 Triliun, di mana pembiayaan Commercial Mortgage berkontribusi sebesar Rp3,8 Triliun (20%) dan KPR FLPP sebesar Rp555 Miliar (3%).
Melalui keunggulan produk KPR Berjenjang dan komitmen penyaluran kredit yang pruden, BRI optimistis dapat terus menggerakkan sektor riil properti sekaligus menjaga asa masyarakat Jawa Barat untuk memiliki hunian yang aman, nyaman, dan terjangkau. ***








