“Alhamdulillah, Kota Bandung selama tiga hari menjadi tuan rumah seri keempat kejuaraan taekwondo. Ini menunjukkan komitmen Kota Bandung untuk terus menjadi tempat pengembangan berbagai cabang olahraga,” kata Farhan di GOR Bandung Arena, Sabtu 4 Juli 2026.
Dikatakan, hasil pembinaan tersebut, empat atlet taekwondo nasional yang tengah menjalani pemusatan latihan menuju Olimpiade, dua di antaranya berasal dari Kota Bandung, yakni Arjuna dan Meka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Olahraga itu dari hulu sampai hilir. Hulunya adalah pembudayaan dan pemasyarakatan olahraga. Sedangkan hilirnya adalah prestasi kelas dunia. Alhamdulillah, dua atlet pelatnas persiapan Olimpiade berasal dari Kota Bandung,” ucap Farhan.
Sementara Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Mayjen TNI Amrin Ibrahim mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Dari lima seri kejuaraan tahun ini, seri di Kota Bandung mencatat jumlah peserta terbanyak.
“Terima kasih kepada Pak Wali Kota yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas. Antusiasme peserta di Bandung luar biasa, mencapai sekitar 1.700 atlet dari 18 provinsi. Ini merupakan jumlah peserta terbanyak dibanding seri-seri sebelumnya,” ujar Amrin.
Selain atlet reguler, kejuaraan ini juga diikuti 18 atlet para taekwondo yang berasal dari enam provinsi.
“Selama ini Jawa Barat memang menjadi lumbung atlet. Tapi Bandung luar biasa karena mampu menyumbang dua atlet untuk pelatnas. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak atlet Kota Bandung yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” bebernya.
Sedangkan Komite Pertandingan PB.TI, Charles Christofers menjelaskan, kejuaraan mempertandingkan empat kategori, yakni pra-kadet, kadet, junior dan senior.
Khusus kategori senior, pertandingan menjadi ajang seleksi atlet menuju pemusatan latihan nasional dengan memperebutkan delapan medali emas.
“Kompetisi berlangsung sangat ketat. Sejak kategori kadet para atlet sudah menunjukkan persaingan yang sengit. Hingga kategori senior nanti, persaingan diprediksi masih berlangsung ketat, terutama antara Kota Bandung dan Jawa Tengah,” jelas Charles.








