BANDUNG, PelitaJabar – Tanjakan terlalu tinggi, sehingga untuk mendaki menjadi sulit. Hal ini membuat NPCI Kota Bandung kelimpungan. Tak ada jalan lain, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan harus segera mengambil langkah agar Juara Umum pada Pekan Paralympik Daerah (Peparda) VII 2026, tidak hanya tinggal impian. Pasalnya anggaran yang diharapkan dapat mendongkrak motivasi, malah “jauh panggang dari api” alias terjun bebas.
“Kami dipanggil Dispora Kota Bandung dan diberitahukan anggaran dipangkas karena efisiensi. Dari ajuan Rp 10 Milyar, hanya Rp 2,5 Milyar. Lalu Rp 14 Milyar untuk pelaksanaan hanya di ACC Rp 5 Milyar,” kata Ketua NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan kepada media Kamis 27 Agustus 2026 di Bandung.
Namun, prinsipnya kata Yadi, NPCI Kota Bandung siap menyukseskan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Persiapan dari awal tahun, mulai dari perekrutan nama, seleksi, sampai pemusatan latihan mulai Juni dan alhamdulillah berjalan lancar. Kita kontingen NPCI Kota Bandung itu mempersiapkan 300 atlet, 100 pelatih dan kepala, terus official, manajer, dan panitia kontingen. Jadi jumlahnya 500 personil,” papar Yadi.
Dengan anggaran minim, persiapan tuan rumah juga sangat mengganggu konsentrasi.
“Kami ingin bertemu pak Wali Kota. Kami NPCI Kota Bandung sudah menyampaikan surat audiensi di hari Senin. Semoga bisa kami segera bertemu dengan pak Wali,” harap Yadi lagi.
Senada, Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung Djumono menyebutkan NPCI Kota Bandung siap sesuai komitmen ingin merebut kembali juara umum.
“Tentu dengan pembinaan yang sudah kita lakukan di 17 cabang olahraga yang mana akan kita ikuti semua cabor-cabor tersebut. Tahapan-tahapan sudah dilakukan baik. Kita siap juara umum. Tapi dampak efisiensi anggaran kita terjun bebas. Gak tahu mengadu kemana. Satu-satunya kepada pak Walikota,” ucapnya.
Dikatakan, pihaknya belum pernah ketemu dengan Wali Kota selama ini setelah ditetapkan menjadi tuan rumah.
“Kita ingin audiensi untuk mengetahui harapan-harapan atlet seperti apa, kebutuhan-kebutuhan kontingen seperti apa, dan lain sebagainya,” paparnya.
Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Kang Taufik Hidayat juga angkat bicara.
“Kami mengharapkan dukungan dari Pemkota Bandung. Karena untuk menjalankan program, segala sesuatunya harus didukung pemerintah. Kami sudah mempersiapkan kemenangan Kota Bandung dengan berbagai macam cara.
Ada slogan: “Ada lawan, kami makan. Kita bertanding, kami menang,” kata Kang Taufik.
Sementara Pelatih Cabang Olahraga blind judo, Wirya Dharma mengatakan, sejauh ini telah menjalankan program pembinaan kepada para atlet dengan tujuan mempersiapkan para atlet menghadapi event Peparda November mendatang.
“Harapan saya besar sekali kepada bapak Wali Kota, instansi terkait yang bisa membantu mendukung kami untuk menyukseskan Peparda kali ini,” ujar Wirya.
Atlet Nasional blind judo Nurul Fadlilah juga berpendapat sama.
“Benar kata pelatih saya, kita selalu semangat. Tapi di dalam latihan itu, insentif, gaji, suplemen, belum kita dapatkan dari awal pemusatan latihan di awal Juni itu.” tegasnya.
Aktivis yang juga pemerhati olahraga disabilitas Suhendar, SH menegaskan, pemerintah harus segera mengambil langkah konkret terhadap permasalahan NPCI Kota Bandung.
“Nah itu, perlu support dari pemerintah supaya tidak dianggap beban bagi atlet, itu harus dihilangkan. Dengan cara apa? Dengan dukungan moril, finansial, dan materi,” pungkasnya. Joel








