BANDUNG, PelitaJabar – Nama Ketua Federasi Olahraga Karate-Do (FORKI) Jawa Barat Gianto Hartono, SE yang juga Ketua Harian Pengprov PBSI Jawa Barat muncul menjadi kandidat Bakal Calon Ketua Umum KONI Jawa Barat periode 2026-2030.
Sekretaris Umum KONI Jabar yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam dunia olahraga Jawa Barat ini, dipaksa pimpinan Cabang Olahraga agar mencalonkan diri dan masuk dalam bursa pencalonan Ketum KONI Jabar ini.
Kenapa Gianto Hartono?
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dinamika yang terjadi sekarang ini sangat demokratis. Sudah ada beberapa nama yang muncul mencalonkan diri. Bahkan mengklaim mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Kami menyambut baik semua tokoh yang ingin berkontribusi untuk olahraga Jawa Barat,” kata Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Jawa Barat, Dika Chrisna Irzandi, Selasa 8 September 2026 di Bandung.
Dalam menghadapi tantangan olahraga prestasi ke depan, Dika menyebut FGI Jawa Barat memiliki pandangan mengenai karakter pemimpin yang dibutuhkan KONI Jabar. Sosok tersebut, menurut dia, harus mempunyai pengalaman, mampu menjaga soliditas organisasi, sekaligus memiliki keberanian untuk menghadapi persaingan pada ajang olahraga nasional mendatang.
“Tantangan Jawa Barat pada PON mendatang tidak akan ringan. Selain persaingan dengan provinsi lain, terdapat sejumlah daerah yang akan menjadi tuan rumah. Sehingga diperkirakan memiliki keuntungan tersendiri dalam persiapan dan pencapaian prestasi.”
“Kami memandang ada satu sosok yang menurut cabang olahraga kami siap menghadapi gempuran tiga tuan rumah di depan. Memang ada NTT dan NTB, tetapi menurut saya pemain utamanya tetap DKI. Persaingannya akan sangat dahsyat,” ucap Dika.
Berdasarkan analisisnya, Dika bahkan memperkirakan Jawa Barat akan menghadapi tantangan berat mempertahankan gelar juara umum PON. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah berakhirnya masa kejayaan sejumlah atlet andalan Jawa Barat yang selama ini menjadi penyumbang medali.
“Secara data, kami melihat kemungkinan besar Jawa Barat tidak mudah untuk kembali menjadi juara umum. Banyak atlet andalan yang sudah pensiun. Tetapi kami tidak bermaksud menyudutkan siapa pun, terutama calon yang kami usung,”sebutnya.
Di tengah kondisi tersebut, FGI Jawa Barat mengusulkan Ketua Umum FORKI Jawa Barat sekaligus Sekretaris Umum KONI Jawa Barat, Gianto Hartono, untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Jawa Barat periode 2026–2030.
Dia menilai Gianto mempunyai pengalaman panjang dalam pengelolaan organisasi olahraga. Sehingga dinilai mampu menjaga kekompakan seluruh cabang olahraga.
“Menurut kami, sosok beliau mampu membawa kita tetap kompak dalam suka maupun duka. Karena itu, dari Federasi Gimnastik Indonesia Jawa Barat, kami mengusulkan Bapak Gianto Hartono untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Barat periode 2026–2030,”tegas Dika.
Pengalaman Gianto di lingkup KONI Jawa Barat menjadi salah satu alasan utama munculnya dukungan tersebut.
“Ketokohan beliau sudah kami lalui dan rasakan bersama dimana juga sangat berpengalaman di KONI Jawa Barat. Kami menilai beliau mampu menjaga kekompakan kita semua. Olahraga yang beliau pegang karate dan bulitangkis pun sangat berprestasi,” katanya.
Dika juga menyoroti semangat juang atau fighting spirit Gianto dalam mempertahankan target prestasi Jawa Barat. Di tengah berbagai prediksi yang menyebut Jabar akan kesulitan mempertahankan gelar juara umum, Gianto disebut tetap menunjukkan keyakinan bahwa target tersebut masih dapat diperjuangkan.
“Sampai hari ini, beliau menyampaikan bahwa bagaimanapun caranya kita harus tetap juara umum. Walaupun analisis kami berdasarkan data cukup berat karena banyak atlet andalan yang pensiun, semangat seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh cabang olahraga,” ujar Dika.
Selain memiliki semangat juang, Dika menilai Gianto selama menjabat Sekretaris Umum KONI Jawa Barat menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan cabang olahraga dan atlet.
“Saya melihat hal-hal simpel yang menjadi dasar kebutuhan atlet. Misalnya pemberian rekomendasi bagi atlet yang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi atau yang kemudian berkarier di bidang lain. Beliau tidak ribet selama tujuannya menunjang kebaikan personal tersebut,” katanya.
Gianto juga dinilai responsif ketika menghadapi persoalan internal organisasi.
“Kalau ada kekurangan atau persoalan yang terjadi di organisasi kami, biasanya langsung di-tackle. Tidak banyak berpikir untuk kembali mempertanyakan hal-hal lain. Yang penting kantor KONI Jawa Barat ini tetap hidup dan roda organisasi berjalan,” ucapnya.
Meski telah menyampaikan dukungan secara terbuka, Dika mengakui belum pernah melakukan pembicaraan khusus dengan Gianto mengenai pencalonan tersebut.
“Ini lebih kepada hati nurani kami. Saya juga tidak tahu apakah beliau berkenan atau tidak dengan statement yang saya keluarkan. Belum ada pembicaraan khusus sama sekali dengan beliau,” pungkasnya Joel








