Dewan : Jika Hanya Mengandalkan Jarak, Sistem Zonasi Berpotensi Tidak Jujur

- Penulis

Senin, 27 Mei 2019 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, PelitaJabar — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 diantaranya masalah zonasi banyak menemui tantangan.

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya mengatakan, sistem zonasi PPDB saat ini hanya mengandalkan jarak, sehingga ada potensi ketidak jujuran domisili calon anggota peserta didik.

“Jika hanya mengandalkan zarak dalam sistem zonasi, PPDB saat ini ada potensi kecurangan,” jelas Abdul Hadi saat pantauan persiapan PPDB Tahun 2019 bersama Pimpinan dan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat ke SMAN 5 Kota Bekasi belum lama ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia berharap ada pengawasan yang ketat terkait domisili calon peserta didik dalam penerapan zonasi pada PPDB Tahun 2019 ini.

Berdasarkan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2019, PPDB dilaksanakan melalui tiga jalur yakni zonasi dengan kuota minimal 90 persen, jalur prestasi dengan kuota maksimal 5 persen, dan perpindahan orangtua peserta didik dengan kuota maksimal 5 persen.

Selain itu menurutnya, tidak digunakannya nem dalam penerapan zonasi pada penerimaan peserta didik baru menimbulkan kekhawatiran menurunkan prestasi sekolah.

Pihaknya mendorong sekolah bisa terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, sehingga siswa yang diterima menjadi lulusan unggul.

“Kebijakan PPDB yang baru memang bersifat positif untuk mengakomodasi seluruh anak usia sekolah tanpa pembedaan khusus. Namun sistem zonasi saat ini, hanya mengandalkan jarak dan tidak menggunakan nilai. Dikhawatirkan dapat menurunkan standar kualitas lulusan sekolah,” tegasnya.

Kekhawatiran ini menjadi bahan evaluasi Kementerian Pendidikan dan mendorong sekolah untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan belajar dan mengajar di sekolah.

Plt Kepala SMAN 5 Kota Bekasi Eno Sutresno mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi di kecamatan dengan mengundang berbagai unsur dalam PPDB Tahun 2019.

“Sosialisasi dilakukan di tingkat RT /RW, tokoh masyarakat hingga para Kepala Sekolah di sekitar SMAN 5 Bekasi,” pungkasnya singkat. Mal

Komentari

Berita Terkait

Dubes Australia Resmikan AussieBanget Corner di Telkom University
Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI
Kepuasan Warga Terhadap Pendidikan Nyaris Capai 84 Persen, Faktor Ekonomi Masih Jadi Kendala
Tekan Angka Pengangguran, Rizal Khairul Dorong LKP Lebih Dikenal Masyarakat
Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak, Toni Minta Negara Harus Hadir
Edwin Senjaya Sebut Kader Posyandu Punya Tanggung Jawab Besar
Wihaji Sebut Bonus Demografi Picu Pengangguran Tinggi
Jadi Ketua PELTI, Tony Wijaya Akan Tingkatkan Prestasi Atlet Tenis

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 15:57 WIB

Dubes Australia Resmikan AussieBanget Corner di Telkom University

Sabtu, 25 April 2026 - 11:40 WIB

Di Dunia Pendidikan, Manusia Tak Bisa Tergantikan oleh AI

Kamis, 23 April 2026 - 13:15 WIB

Kepuasan Warga Terhadap Pendidikan Nyaris Capai 84 Persen, Faktor Ekonomi Masih Jadi Kendala

Rabu, 22 April 2026 - 10:15 WIB

Tekan Angka Pengangguran, Rizal Khairul Dorong LKP Lebih Dikenal Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 20:33 WIB

Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak, Toni Minta Negara Harus Hadir

Berita Terbaru

Kaimudin Caretaker Pengprov PSTI Jabar gantikan Lukman Husain siap bekerja sesuai amanah. PJ/Joel

FEATURED

Musprovlub PSTI Jabar Batal, Menunggu Kinerja Caretaker Baru

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:12 WIB

Telkomsel menghadirkan paket komunikasi RoaMax Haji dengan kuota besar. PJ/Dok

FEATURED

RoaMax Haji Telkomsel, Kuota Melimpah Ibadah pun Makin Tenang

Kamis, 30 Apr 2026 - 19:36 WIB