Kartu BSC jurus bank BJB tiadakan kasus korupsi

- Penulis

Kamis, 23 Agustus 2018 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, PelitaJabar — Melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Pemerintah Indonesia terus mengkampanyekan penggunaan sistem cashless dalam setiap aktivitas transaksi.

Alasannya, karena transaksi nontunai memiliki peran krusial dalam mencegah korupsi dan pencucian uang.

Untuk itu, bank bjb bersama Pemkot Bandung meluncurkan Bandung Smart Card (BSC) yang berfungsi sebagai uang elektronik dan kartu debit. Peluncuran BSC sendiri menegaskan upaya bank bjb dalam mencegah kasus korupsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlebih, transaksi nontunai juga dapat mengurangi kebocoran penggunaan uang fisik karena semua pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan sistem. Tidak heran jika kemudian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bank Indonesia mengimbau untuk membatasi transaksi tunai.

BSC sendiri merupakan alat pembayaran nontunai yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi. Di antaranya, berfungsi sebagai uang elektronik, kartu ATM atau debit bank bjb, serta transaksi untuk kebutuhan transportasi, koperasi, perdagangan, dan pariwisata di Kota Bandung. Artinya, BSC memberikan berbagai manfaat terkait perencanaan keuangan yang ditunjang dengan tingkat keamanan tinggi dan kecepatan transaksi.

“Saat ini adalah zamannya teknologi canggih. Kemunculan generasi milenial yang menginginkan segala sesuatu serba praktis menjadi triger bagi bank bjb untuk mengembangkan teknologi informasi dan menciptakan inovasi layanan, sehingga dapat terus memberikan yang terbaik,” ujar Direktur Operasional bank bjb Fermiyanti.

Pada dasarnya BSC terdiri dari dua pilihan sistem, yakni uang elektronik dengan nominal maksimal Rp2 juta. Kedua, sistem kartu debit yang telah terintegrasi dengan bank dan memiliki nominal maksimal Rp10 juta. Kedua sistem tersebut memiliki tingkat keamanan yang berbeda.

Untuk sistem uang elektronik, fungsinya serupa dengan pengunaan uang pada umumnya. Soalnya, jika kartu hilang maka isi nominal uang dalam kartu juga akan hilang. Sementara untuk sistem debit memiliki tingkat keamanan yang lebih baik karena terintegritas dengan bank melalui verifikasi indentitas kepemilikan.

Selain itu, BSC dengan sistem debit menawarkan kemudahan dalam membayar pajak, baik pajak bumi dan bangunan hingga pajak kendaraan bermotor. Nasabah juga akan mendapatkan promo-promo menarik di banyak merchant. Di sisi lain, BSC merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).

Untuk mendapatkan BSC, nasabah dapat mendatangi bank bjb terdekat. Adapun untuk mengisi nominal uang dalam kartu, nasabah dapat melakukan top-up melalui ATM dengan besaran mulai dari Rp25.000 hingga Rp1 juta. Adapun peluncuran BSC merupakan hasil inisiasi dari Pemerintah Kota Bandung bersama delapan bank nasional.

“Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi bank bjb karena menjadi bagian dari kemajuan teknologi di Kota Bandung. Sebagai mitra strategis, bank bjb senantiasa akan terus melakukan pengembangan layanan untuk memanjakan masyarakat Indonesia, khususnya Kota Bandung,” ujar Fermiyanti. (*)

Komentari

Berita Terkait

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar
Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai
Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas
Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal
Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal
BOD Band : Deg-degan Saat Tampil Bareng Wali Kota Bandung
Farhan Optimis, Sektor Pariwisata Kota Bandung Mulai Bangkit
Dukung Petani Lokal, Pos Gaet Rumah Tani Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:14 WIB

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:33 WIB

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:46 WIB

Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas

Rabu, 7 Januari 2026 - 18:15 WIB

Peran Amplifier dalam Sistem Telekomunikasi : Analisis Penguatan, Bandwidth, dan Kualitas Sinyal

Rabu, 7 Januari 2026 - 17:38 WIB

Kajian Gangguan (Noise) dalam Sistem Telekomunikasi serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Sinyal

Berita Terbaru

FEATURED

Prof Cipto Kembali Maju Pimpin PSTI Jabar

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:14 WIB

Dr. Nuryadi. MPd

FEATURED

Nuryadi Beberkan Kenapa Tidak Bantu BK Muaythai

Rabu, 7 Jan 2026 - 20:33 WIB

Master Suryana

FEATURED

Master Suryana Minta Ajang ITN Open IX 2026 Jaga Kualitas

Rabu, 7 Jan 2026 - 18:46 WIB