BANDUNG, PelitaJabar – Senyum bahagia terpancar dari wajah Asni Nur Halimah (45), warga Kabupaten Garut, manakala melihat keramaian di Rumah Singgah Humanis (Rangganis), Minggu (6/10) pagi.
Saat itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat yang juga Ketua Umum Jabar Bergerak Atalia Praratya Ridwan Kamil resmi membuka Kantin Sedekah Kamarang (Kantin Mesra Rangganis).
Asni sendiri sudah sebulan tinggal di Rangganis bersama sang suami. Asni, yang divonis menderita kanker serviks stadium 4, harus rela meninggalkan anak-anaknya demi melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
“Saya menderita penyakit kanker rahim stadium 4 dari dua tahun lalu. Saya tinggal di sini (Rangganis) sudah sebulan bersama suami saya, dan anak-anak di Garut,” kata Asni dengan suara getir.
Sebelum tinggal di Rangganis, Asni harus menempuh perjalanan panjang Garut-Bandung guna menjalani pengobatan. Hal tersebut tentu melelahkan dan memerlukan biaya akomodasi yang tinggi. Maka itu, saat mendengar Rangganis dari pasien lain di RSHS, Asni meminta sang anak untuk mencari tahu lokasi dan persyaratan yang diperlukan.
“Awalnya kan cuma dengar-dengar dari sesama pasien, terus saya nyuruh anak. Alhamdulillah anak datang ke sini dan di sini bilang bawa ke sini dan bawa persyaratannya. Alhamdulillah di sini enggak dipersulit,” ucapnya.
Begitu juga orang tua pasien, Iis. Dia merasa terbantu dengan adanya Rangganis. Anaknya yang mengidap tumor harus mendapatkan pengobatan khusus secara berkala. Dengan tinggal di Rangganis, dia dan anaknya tidak perlu menempuh perjalanan jauh manakala akan berobat.
Sudah enam hari Iis dan anaknya berada di Rangganis. Rasa nyaman dan aman kerap Iis rasakan. Apalagi, pelayanan dan fasilitas Rangganis tergolong lengkap. Iis pun tidak perlu kelimpungan memikirkan biaya penginapan selama berada di Bandung.
“Alhamdulillah saya di sini nyaman, anak saya ada perkembangan, kan kalau di rumah enggak bisa berdiri, enggak bisa duduk, setelah dibawa ke sini bisa berdiri bisa duduk. Untuk buang air kecil juga sekarang sudah bisa di kamar mandi,” kata Iis.
Selama di Bandung dirinya tidak perlu ngontrak, karena di Rangganis hampir semua kebutuhan tersedia secara cuma cuma.
“Awalnya saya bingung kalau mau ke Bandung tinggal dinmana dan bagaimana. Untuk makan saya juga tidak perlu beli karena sudah disediakan. Bunda-bunda (pendamping) di sini juga baik, anak saya jadi betah. Kemarin juga dikasih baju, selalu ditanya ingin apa. Kalau anak saya bilang ingin buah ya dibelikan buah,” imbuhnya.
Di Rangganis sendiri terdapat 28 tempat tidur. Satu ruangan terdiri dari sejumlah kasur yang ditata dengan nyaman dan rapi. Bukan hanya untuk pasien, satu orang dari keluarga pasien bisa menginap. Syaratnya, cukup memperlihatkan surat rujukan berobat di RSHS atau rumah sakit lain di Bandung. Mal